Netral English Netral Mandarin
14:39 wib
Sejumlah ahli mengkritik penerapan alat deteksi Covid-19 GeNose karena masih tahap ekperimental. Belum bisa dipakai dalam pelayanan publik khususnya screening Covid-19. Polri menegaskan akan menindaklanjuti kasus rasisme yang dialami mantan komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai. Diketahui, Pigai menjadi korban rasis yang dilakukan Ambroncius Nababan.
Teddy: Jadikan Saja FPI Kelompok Terlarang Seperti PKI, Selesai

Sabtu, 19-December-2020 23:30

Teddy Gusnaidi, Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia ( PKPI).
Foto : Youtube Teddy Gusnaidi
Teddy Gusnaidi, Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia ( PKPI).
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Beredar luas di media sosial gambar dengan narasi 'Indonesia Tanpa Front Pembela Islam (FPI). 

Gambar tersebut diunggah netizen terkait sejumlah peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini yang berkaitan dengan FPI dan pimpinannya, Habib Rizieq Shihab.  

Mengomentari hal itu, Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia ( PKPI) Teddy Gusnaidi menyebut, meski banyak yang menyerukan 'Indonesia Tanpa FPI', namun faktanya FPI masih tetap eksis. 



"Banyak tersebar gambar ini, tapi faktanya FPI masih ada," tulis Teddy di akun Twitternya, Sabtu (19/12/2020). 

Padahal, menurut Teddy, ada cara yang mudah untuk 'melenyapkan' FPI di Indonesia, yakni dengan menjadikan ormas tersebut sebagai kelompok terlarang seperti halnya Partai Komunis Indonesia (PKI). 

Meski caranya mudah, lanjut Teddy, namun yang menjadi persoalan adalah berani tidaknya pemerintah menetapkan  FPI sebagai kelompok terlarang. 

"Sebenarnya mudah, jadikan saja FPI seperti PKI, jadikan kelompok terlarang, selesai. Apa hal itu sulit? Tidak, mudah banget, hanya masalah berani atau tidak," cuit @TeddyGusnaidi.

Teddy menduga, selama ini FPI sulit dibubarkan hanya karena ada kata 'Islam' dalam nama ormas yang dibentuk pada 17 Agustus 1998 itu. "Mungkin karena ada nama Islam?. Ah itu cuma label 'jualan' saja," pungkasnya. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan HP