Netral English Netral Mandarin
02:49wib
Lebih dari 4.300 orang telah meninggal dunia akibat "jamur hitam" di India yang umumnya menyerang pasien-pasien Covid-19. Gojek, Grab, dan ShopeeFood membantah terlibat dalam seruan aksi demo nasinonal Jokowi End Game yang berlangsung hari ini.
Teddy Sindir SBY, AHY dan Ibas, Politisi Demokrat Balas Singgung Jokowi dan Para Buzzer

Jumat, 09-Juli-2021 17:41

Politisi Partai Demokrat (PD) Ricky Kurniawan
Foto : Pikiran Rakyat
Politisi Partai Demokrat (PD) Ricky Kurniawan
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Partai Demokrat (PD) Ricky Kurniawan mengatakan, sudah 16 bulan pandemi Covid-19 melanda Indonesia, namun Presiden Joko Widodo (Jokowi) tampaknya tak mampu mengatasi masalah pandemi ini.

Menurutnya, yang tampak hanyalah para pendengung atau buzzer Presiden Jokowi yang membuat kondisi bangsa ini semakin terpuruk dengan berbagai disinformas atau informasi palsu yang disebarluaskan.

Hal tersebut disampaikan Ricky menanggapi cuitan eks politisi PKPI Teddy Gusnaidi yang menyindir Ketua Umum PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Waketum PD Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

Adapun Teddy menyebut AHY dan Ibas memanfaatkan situasi saat ini untuk 'menjual' sosok mereka yang sudah semakin sulit dijual dengan cara mengkritik pemerintah yang sedang bekerja menyeimbangkan antara ekonomi dan pandemi Cvid-19.

"Kita berharap Jokowi mampu, tapi sayang sudah 16 bulan kemampuan itu tidak tampak," tulis Ricky di akun Twitter-nya, @RicKY_KCh, Jumat (9/7/2021).

"Yang Tampak hanya Buzzer-buzzernya yang malah membuat semakin terpuruk dengan berbagai disinformasinya," ungkap Ricky.

Sebelumnya, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR, Ibas Yudhoyono menyoroti pandemi Covid-19 di Tanah Air yang kian mengganas. Ibas mempertanyakan sampai kapan Indonesia dilanda wabah virus corona.

"Covid-19 makin 'mengganas'. Keluarga, sahabat dan di lingkungan kita banyak yang terpapar bahkan meninggal dunia. Sampai kapan bangsa kita akan terus begini?" kata Ibas, Selasa (6/7/2021).

Kondisi ini membuat Ibas khawatir Indonesia disebut bangsa gagal (failed nation) karena ketidakmampuan negara menyelamatkan rakyat dari pandemi Covid-19.

"Jangan sampai negara kita disebut sebagai 'failed nation' akibat ketidakmampuan negara selamatkan rakyatnya," tegas Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu.

Senada dengan Ibas, Agus Harimurti Yudhoyono juga mempertanyakan sampai kapan Indonesia berada dalam situasi yang mencekam akibat pandemi Covid-19.

"Hampir sekian menit sekali terdengar sirine kencang ambulans. Hampir sekian jam sekali terima berita duka dari yang kita kenal. Ini mengonfirmasi, setiap hari ada rekor baru, baik jumlah yang positif terpapar, maupun yang meninggal dunia. Sampai kapan Indonesia?," tulis AHY di akun Twitter-nya, Rabu (7/7/2021).

Mengomentari pernyataan AHY dan Ibas, Teddy Gusnaidi menyebut, dua putra Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu sibuk mengkritik pemerintah yang sedang bekerja menyeimbangkan antara ekonomi dan pandemi Cvid-19.

Teddy berpendapat, AHY dan Ibas memanfaatkan situasi pandemi ini untuk 'menjual' sosok mereka yang sudah semakin sulit dijual.

"2 Bocahnya SBY, sibuk mengkritik pemerintah yang sedang bekerja menyeimbangkan antara ekonomi dan pandemi," tulis Teddy di akun Twitter-nya, Kamis (8/7/2021).

"Memanfaatkan situasi untuk menjual sosok mereka yang sudah semakin sulit dijual," sambungnya.

Menurut Teddy, seharusnya SBY memakai jasa artis kontroversial Aldi Taher untuk mengajarkan AHY dan Ibas soal cara menaikkan popularitas.

"Seharusnya SBY sewa Aldi Taher, untuk ajarkan bocahnya, bagaimana bisa menaikkan popularitas," sindir @TeddyGusnaidi.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli