Netral English Netral Mandarin
04:57wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Tegas! Kostrad Bantah Tudingan Gatot Soal Hilangnya Patung Soeharto dkk yang Dikaitkan dengan Komunis

Selasa, 28-September-2021 14:40

Gatot Nurmantyo
Foto : Istimewa
Gatot Nurmantyo
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) angkat bicara merespon pernyataan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo soal hilangnya sejumlah patung tokoh nasional yang dipajang di Museum Darma Bhakti, Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, dalam webinar bertajuk 'TNI Vs PKI' yang digelar Minggu (26/9/2021), Gatot Nurmantyo menuding institusi TNI telah disusupi paham komunis. Hal itu, katanya, bisa dilihat dari hilangnya diorama atau patung tokoh militer yang terlibat dalam penumpasan G30S/PKI di Museum Dharma Bhakti. 

Menurut Gatot, ada tiga patung yang dihilangkan di museum itu, yakni patung Soeharto kala menjabat Pangkostrad, Jenderal (Purn) Abdul Haris (AH) Nasution, dan Letjen Sarwo Edhie Wibowo.

Tudingan Gatot itu dibantah oleh Kepala Penerangan Kostrad Kolonel Inf Haryantana. Ia menyatakan, Kostrad tidak pernah menghilangkan patung sejarah (penumpasan G30S/PKI) di Markas Kostrad.

"Bahwa tidak benar Kostrad mempunyai ide untuk membongkar patung Pak Harto, Pak Sarwo Edhie, dan Pak Nasution yang ada dalam ruang kerja Pak Harto di Museum Dharma Bhakti di Markas Kostrad," kata Haryantana, Senin (27/9/2021).

Haryantana mengungkapkan, pembongkaran patung Soeharto dkk di museum tersebut merupakan permintaan dari mantan Pangkostrad Letnan Jenderal TNI (Purn) Azmyn Yusri Nasution selaku pembuat patung-patung itu.

"Bahwa pembongkaran patung-patung tersebut atas keinginan dan ide Letnan Jenderal TNI (Purn) Azmyn Yusri Nasution. Karena pada saat menjabat Pangkostrad periode (9 Agustus 2011 s/d 13 Maret 2012) beliau yang membuat ide untuk pembuatan patung-patung tersebut," terang Haryanta. 

Dijelaskannya, Azmyn Yusri Nasution menemui Pangkostrad Letjen Dudung Abdurachman pada Senin (30/8/2021). Pertemuan itu juga dihadiri Kaskostrad dan Irkostrad.

Dalam pertemuan itu, Azmyn meminta langsung kepada Letjen Dudung untuk dapat menyerahkan patung-patung tersebut kepadanya.

"Letnan Jenderal TNI (Purn) Azmyn Yusri Nasution meminta untuk patung-patung yang telah dibuatnya untuk dibongkar demi ketenangan lahir dan batin, sehingga pihak Kostrad mempersilakan," tandas Haryanta.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P