Netral English Netral Mandarin
09:53wib
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengaku siap maju menjadi calon presiden (capres) di Pilpres 2024. Presiden Joko Widodo ingin agar pelaksanaan penyuntikan booster vaksin Covid-19 dilakukan mulai awal 2022.
Televisi Beri Panggung pada Saipul Jamil, Wanda Ponika Pertanyakan KPI

Minggu, 05-September-2021 21:00

Saipul Jamil saat keluar dari lapas Cipinang.
Foto : Trans TV
Saipul Jamil saat keluar dari lapas Cipinang.
20

JAKARTA,NETRALNEWS.COM - Sosialita Wanda Ponika mempertanyaka  keberadaan Komisi Penyiaran Indonesia karena tidak menegur stasiun televisi yang memberi panggung pada mantan napi pelecehan seksual Saipul Jamil.

“KPI DIMANA? Mungkin hanya di negri ber flower +62, pelaku kekerasan seksual bisa disambut ala pahlawan,” tulis Wanda di akun Instagramnya, Minggu (5/9/2021). 

Sambil memosting foto pedangdut Saipul Jamil yang baru saja keluar dari lapas Cipinang disambit bagaikan pahlawan. Ipul tampak naik mobil sport merah, berkalung bunga, sambil mengepalkan tangan..

“Astaga! Apa mas nya abis menang medali emas Olimpiade? Segala aktivitas nya selepas bebas dari penjara dibahas dan diundang ke stasiun TV,” ungkap Wanda.

Wanda menyarankan agar Undang-undang PKS ( Penghapusan Kekerasan Seksual ) tak kunjung di sah kan. Yang terjadi malah memberi panggung bagi pelaku kekerasan seksual..

“Dimana etika nya? Masih berdetak kah hati nurani?” 

Ia juga mempertanyakan kemana KPI yang biasanya aktif sekali nge-blur segala macam. Mulai tupai sampai kebaya.

“Oh iya lupa, KPI masih sibuk ngurus pem bully an / perundungan yang masuk ranah kekerasan seksual yang terjadi di kantor nya,” tutur Wanda.

Wanda menyoroti KPI panik setelah viral. Padahal saat karyawan nya melapor, cuma dipindah ruangan. Apa tidak ada SP atau sanksi saat dilaporkan? Tak perlu kah diusut?

Wanda menambahkan mengelu- elukan penjahat seksual sama saja membenarkan kekerasa seksual. Apa yang ada di benak penonton? Apa yang terpikir di otak anak2 yang menonton?

Menurut Wanda bkankah itu lebih bahaya dari pada Shizukq berbaju renang?

“Saat nya pemerintah mengkaji ulang lembaga bermama KPI. Terlalu banyak drama tanpa prestasi. Kepada stasiun tv dan media, memang sulit untuk menyajikan tayangan yang mencerdaskan bangsa. Kami paham. Tapi paling tidak jangan menghadirkan hal2 yang menyesatkan hanya demi rating,” pungkas Wanda.

 

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Sesmawati