Netral English Netral Mandarin
banner paskah
01:25wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Tempat Gudeg Paling Ngehits di Yogyakarta

Selasa, 09-Maret-2021 10:00

Tempat  Gudeg Mbah Lindu Ngehits di Yogyakarta
Foto : Netralnews/Sulha
Tempat Gudeg Mbah Lindu Ngehits di Yogyakarta
23

YOGYAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tidak lengkap rasanya jika Anda ke Yogyakarta tak mencicipi makan khasnya Gudeg. Ya, banyak gudeg ditawarkan di segala penjuru Yogyakata. Bukan hanya di mal-mal, restoran, tapi juga di pinggir jalanan. Soal rasa? tak perlu diragukan lagi. Para penjual gudeg ini sudah berjualan puluhan tahun.

Sebut saja gudeg Mbah Satinem dan Mbah Lindu sebenarnya sudah ngetop sejak lama. Tapi nama dan dagangannya jadi tambah ngetop karena masuk adalam film seri dokumenter Strret Fodd di Netflix.

Inilah tempat sarapan gudeg asyik selama Anda di Yogyakarta yang tak boleh Anda lewati.

Para pembali harus antre ambil nomor untuk bisa menikmati Gudeg Mbah Satinem. (Dok:NNC/sulha)

Mbah Satinem

Mbah Satinem suda berjualan lebih dari 50 tahun di emperan ruko Bumijo. Lupisnya enak dan legit, ada juga tiwul, cenil, klepon dan ketan. Karena tambah ngetop, sekarang pembelinya diberi nomor antrean supaya tida saling serobo. Mau beli mesti datang pagi, biasanya buka jam 6.00-9.00 pagi saja.

Gudeg Mbah Lindu

Gudeg Mba Lindu di Jln Sostrowijayan. (Dok: NNC/Sulha)

Gudeg Mbah Lindu sudah berpulu=puluha tahun lalu ngehits, Berjualan di pos satpam depan hotel Grage Sosrojijayan dari jam 06.00-10.00. Rasa gudegnya tak perlu diragukan lagi. Krecek sangat khas, dimasak dengan ptete dan cabe. Ada rasa khas sangit kayu bakar. Sejak sakit hingga meninggal dunia, Gudeg Mbah Lindu sekarang dikolola anaknya.

Gudeg Yu Jum (Dok: Traveling)

Gudeg Yu Jum

Gudeg Yu Djum merupakan salah satu rumah makan di Yogyakarta yang khusus menjual gudeg. Perintis rumah makan ini adalah ibu Djuwariah yang biasa dipanggil Yu Djum. Gudeg yang dijual dapat dikemas dalam kotak, besek, atau kendil yang dapat bertahan hingga dua hari dengan cara pengukusan.

Bu Djuwariah mulai merintis usahanya dengan membuka kedai gudeg di Jalan Wijilan sejak tahun 1950. Ia meninggal pada tanggal 14 November 2016 pada usia 87 tahun.

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani