Netral English Netral Mandarin
03:11wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Tempat Hiburan Belum Juga Dibuka, Asphija Merasa Dianaktirikan

Jumat, 17-September-2021 10:02

Wakil Ketua Asphija, Gea Hermansyah
Foto : Istimewa
Wakil Ketua Asphija, Gea Hermansyah
23

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija) mempertanyakan sikap Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) dan Satpol PP DKI yang tidak juga memberikan 'angin segar' terhadap pelaku usaha tempat hiburan untuk beroperasi.

Disaat tempat usaha lain sudah mulai dibuka, tempat hiburan masih saja ditutup.

"Kita berharap ada angin segar disaat sekolah diperbolehkan tatap muka, resto dan kafe telah dibuka. Baru-baru ini juga, bioskop sudah diizinkan beroperasi lagi tapi kita untuk dicolek atau diwacanakan saja tidak," kata Wakil Ketua Asphija, Gea Hermansyah, Kamis (16/9/2021) malam.

Gea pun menyebutkan lebih dari 50 persen tempat hiburan yang ada di Jakarta tutup selama pandemi Covid-19.  

Sebab, selain tidak adanya pemasukan yang didapat mereka pun tetap diharuskan membayar pajak hingga 25 persen. 

"Kalau dibilang lima puluh persen (tutup), mungkin bisa lebih dari segitu ya jumlahnya. Pandemi saja kan hampir 1,5 tahun lebih berlangsung," ujar dia.

Menurut Gea, banyaknya tempat tempat hiburan seperti karaoke dan bar yang gulung tikar tersebut dikarenakan pengelola tidak lagi mampu membayar uang sewa bangunan dan juga perawatan peralatan.

"Jadi memang kondisinya sudah sangat berat untuk para pengusaha tempat hiburan saat ini, kalau pun masih ada yang  bertahan itu pun hanya yang  besar-besar saja," ungkapnya. 

Sebelumnya, selama pandemi Covid-19 pemerintah belum mengizinkan tempat hiburan dibuka.  Sekalipun, saat itu Pemprov DKI berencana akan melakukan uji coba dan karena terjadi gelombang kedua Covid-19 tidak dilanjutkan.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani