Netral English Netral Mandarin
07:37 wib
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meyakini dirinya tertular Covid-19 saat makan karena harus melepas masker. Ia pun mengimbau masyarakat menghindari makan-makan bersama orang lain. akan menggunakan GeNose, alat deteksi virus corona atau Covid-19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM), di sejumlah stasiun kereta api di Indonesia mulai 5 Februari 2021.
Tengku Zul Cerita Pengalamannya Naik Sriwijaya: Semoga Keluarga dan Korban Dimuliakan Allah

Senin, 11-January-2021 10:00

Ilustrasi pesawat Sriwijaya Air
Foto : Istimewa
Ilustrasi pesawat Sriwijaya Air
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan  Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain menuliskan pengalamannya saat menaiki maskapai penerbangan Sriwijaya.

Tengku mengungkapkan kalau Sriwijaya merupakan langganan dalam berpergian. Apalagi, dari penilaiannya Sriwijaya sangat nyaman serta dari suara mesinnya terdengar halus.

Terakhir, Tengku Zul mendoakan kepada keluarga besar penumpang serta korban selalu dimuliakan.



"Kenangan beberapa kali naik pesawat Sriwijaya Air, terus terang hati saya terasa sangat nyaman. Suara mesin yg halus terasa mesinnya terawat baik.Saya tahu pesawat lama, tapi hati memang merasa sangat nyaman naik Sriwijaya.Semoga Allah memuliakan keluarga besar dan para korban," tulisnya seperti dilansir akun resmi twitternya @ustadtengkuzul, Jakarta, Senin (11/1/2021).

Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Keberadaan pesawat itu tengah dalam investigasi dan pencarian oleh Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Koordinasi langsung dilakukan dengan berbagai pihak, baik Kepolisian, TNI maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sejumlah armada angkatan laut milik TNI dikerahkan, sekitar 10 kapal diterjunkan ke lokasi diduga jatuhnya pesawat di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Di antara kapal-kapal TNI AL yang dikerahkan yakni KRI Teluk Gilimanuk-531 mengangkut para kru SAR dan juga awak media. Lalu KRI Rigel-933 milik Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal).

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sesmawati