Netral English Netral Mandarin
04:02wib
LSI Denny JA menilai, PDI Perjuangan berpotensi akan mengalami kekalahan jika mengusung Ketua DPR Puan Maharani sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menegaskan fasilitas kesehatan di Indonesia bisa tumbang dalam 2-4 minggu jika pengendalian pandemi tidak diperketat.
Tengku Zul Mirip Pahlawan Teuku Cik Di Tiro, Sarumpaet Mirip Kartini? Netizen: Nunggu Riziq Disamakan Jengis Khan

Kamis, 13-Mei-2021 05:10

Ilustrasi Teuku Cik Di Tiro dan Tengku Zulkarnain
Foto : Istimewa
Ilustrasi Teuku Cik Di Tiro dan Tengku Zulkarnain
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ada-ada saja kelakuan warganet di Indonesia. Baru-baru ini ramai gunjingkan Almarhum Tengku Zulkarnain disebut-sebut mirip dengan sosok Pahlawan Cik Di Tiro. 

Di akun FB Mak Lambe Turah malah nama-nama pahlawan dan tokoh dunia ikut disebut-sebut.  Bahkan nama Habib Rizieq Shihab juga ikut dibawa-bawa. 

MLT: “Nenek sarumpaet = Kartini, ayah naen = Teuku Cik Di Tiro, Noted.”

Pakdhe Eko: “Mencedarai ahli waris pahlawan Cik Di Tiro.”

Jack: “Laah.., terus ntar si somad mirip sapa yak??”

Sanyoto: “Nunggu riziq disamakan jengis khan.”

Ridsyashi Bin Usman: “Keluarga sudah iklas, dan teungku Zul juga meninggal dengan istiqomah. Netizen ini yg kurang kerjaan, masih bahas tentang perlawanan dan cocokologi. Biarkan almarhum tenang di alam sana, jangan dibahas lagi dengan menghubung2kannya dengan dunia politik. Perjuangan Tengku Zul, belum pun seujung kuku Tengku Chik Ditiro. Tengku Chik Ditiro berperang melawan Belanda, pakai senjata, memobilisi seluruh pejuang Aceh, nyawanya dihargai emas oleh Belanda.”

Sebelumnya diberitakan Mantan petinggi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain dikabarkan meninggal dunia setelah terpapar virus Covid-19. Atas peristiwa meninggalnya Tengku Zul, publik pun menjajarkan alias menyamakan sosoknya dengan pahlawan nasional Teuku Cik Di Tiro.

Salah satu pengguna jejaring media sosial Twitter, dengan akun @Abu_waras membuat sebuah kicauan yang membuktikan adanya kesamaan dari Tengku Zul dan Teuku Cik Di Tiro.

Ketika keduanya tutup usia, kata akun tersebut, Teuku Cik Di Tiro dan Tengku Zul seakan disambut sukacita oleh sejumlah pihak yang menganggap mereka sebagai sosok musuh serta penganggu.

“Meninggalnya Teuku Cik Di Tiro, disambut Sukacita Kumpeni Belanda saat itu, karena dianggap sosok musuh yg mengganggu kepentingannya di Indonesia. Maka begitu juga dengan meninggalnya Ustd. Teungku Zulkarnaen. Selamat Jalan Ust. Teungku,” tulis akun tersebut seperti dikutip Hops pada Selasa, 11 Mei 2021.

Sontak saja postingan tersebut mendapat berbagai tanggapan dari warganet di kolom komentar.

Sebagaimana diketahui, Teungku Cik Di Tiro merupakan pahlawan yang berasal dari Aceh. Semasa hidupnya, dia lahir dan besar di lingkungan yang sangat ketat menjalankan agama Islam.

Meski pada zaman itu belum ada sekolah, pria yang bernama asli Muhammad Saman ini dikenal sebagai anak yang sangat haus akan ilmu. Beliau berguru pada banyak orang, termasuk kedua orang tuanya sendiri. Bahkan pada usia 40 tahun, beliau masih berguru di Lamkrak, daerah Aceh Besar.

Ustaz Tengku Zulkarnain atau biasa dipanggil Tengku Zul meninggal pada Senin, 10 Mei 2021 kemarin petang. Tengku Zul meninggal akibat terpapar Covid-19. Sebelum meninggal, Tengku Zul diketahui sudah dipasang ventilator oleh tim dokter yang menanganinya.

Adik dari Tengku Zul, Tengku Nazariah pun menceritakan detik-detik mantan Wasekjen MUI tersebut mengembuskan nafas terakhirnya. Menurut penuturan Tengku Nazariah, Tengku Zul sempat melakukan komunikasi dengan Ustaz Abdul Somad sebelum meninggal.

Lalu, Tengku Zulkarnain juga dikatakan sempat sadar dan mengucap kalimat takbir, sebelum kondisinya drop total dan akhirnya dipasang ventilator oleh tim dokter.

“Saat dipasang ventilator ustaz UAS masih menghubungi, sempat (Ustaz Zulkarnain) mengucapkan ‘Allahu Akbar, Allahu Akbar’. Diucapkan sebelum betul-betul kondisinya drop total. Kemudian dokter mau pasang ventilator,” tutur Tengku Nazariah dilansir Detik, Selasa 11 Mei 2021.

Melihat Tengku Zul yang sempat sadar, keluarga kemudian mencoba melakukan komunikasi dengannya, seraya meminta izin untuk memasang ventilator.

Lebih lanjut diceritakan sang adik, Tengku Zul kemudian mengatakan bahwa ia sudah ikhlas, dan meminta keluarga untuk melakukan yang terbaik.

“Saya bilang tanya sama ustaz, saat itu ustaz sadar dan bilang ‘Abang ikhlas dek, lakukan saja yang terbaik’. Setelah itu dia mengucap La ila hailallaah Muhammad darasulullah,” cerita Tengku Nazariah mengenang sebelum Tengku Zul meninggal.

“Alhamdullilah sebelum wafat beliau mengucapkan La ila haillallah Muhammad darrasulullah, tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Itu diucapkan beberapa kali,” tutur Tengku Nazariah seperti dinukil Hops.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli