3
Netral English Netral Mandarin
05:40 wib
Partai Demokrat memecat sejumlah kader yang dianggap terlibat dan mendukung gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai atau kudeta. Pertumbuhan jumlah orang kaya raya atau crazy rich di Indonesia diproyeksi bakal melampaui China seiring dengan proses distribusi vaksin Covid-19 dilakukan.
Keras ke Mahfud MD, TZ: Gadis Diperkosa krn Pakaiannya Seksi, Salah Si Gadis krn Mancing?

Minggu, 17-January-2021 08:43

Keras ke Mahfud MD, Tengku Zul sebut Besok jika Ada Gadis Diperkosa krn Pakaiannya Seksi, Salah Ssi Gadis krn Mancing?
Foto : Istimewa
Keras ke Mahfud MD, Tengku Zul sebut Besok jika Ada Gadis Diperkosa krn Pakaiannya Seksi, Salah Ssi Gadis krn Mancing?
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Wasekjen MUI, Tengku Zulkarnain kembali mengeluarkan pernyataan pedas terkait insiden tewasnya 6 laskar FPI beberapa waktu silam.

Tak tanggung-tanggung, kali ini cuitannya ditujukan pada Menko Polhukam Mahfud MD. Zul memprotes logika bahwa 6 laskar terbunuh karena sengaja memancing aparat.

"Prof @mohmahfudmd  "Penembakan 6 Lasykar, Seumpama Aparat Tak Dipancing Tidak akan Terjadi", Jadi yg salah yg mancingkah...?" kata Zulkarnain melalui akun Twitternya, Minggu pagi (17/1/21).

"Besok jika ada gadis yg diperkosa krn pakaiannya seksi, salah si gadis krn mancing? Kalau ada orang pakai mobil mewah dirampok, salah dia? Opini SESAT...!" ketus Zul.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyampaikan bahwa 6 laskar FPI membawa senjata api dan senjata rakitan.

Hal itu diungkapkan Mahfud MD berdasarkan hasil investigasi Komnas HAM terkait kasus tewasnya 6 laskar FPI yang terlibat bentrok dengan petugas kepolisian di Tol Jakarta-Cikampek, 7 Desember 2020.

“Ada kelompok sipil yang membawa senjata api, senjata rakitan, dan senjata tajam yang dilarang undang-undang. Itu sudah ada gambarnya semua,” kata Mahfud saat konpers secara daring, di Jakarta, dilansir KompasTV Kamis 14 Januari 2021.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa baku tembak tersebut terjadi lantaran adanya provokasi dari laskar FPI tersebut yaitu perintah untuk menabrak mobil polisi.

“Laporan Komnas HAM, seumpama aparat tidak dipancing, tidak akan terjadi. Karena Habib Rizieqnya jauh. Tapi ada komando tunggu aja di situ, bawa putar putar, pepet, tabrak dan sebagainya. Komando suara rekamannya,” kata Mahfud MD.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini juga memastikan semua laporan Komnas HAM tidak akan ditutup-tutupi dan akan dibuka dalam persidangan.

“Kita (pemerintah) tidak akan menutup-nutupi,” katanya.

Namun dalam keterangan dari pihak FPI sebelumnya, para peserta rombongan berikut laskar tidak tahu jika yang mengikuti mereka adalah mobil aparat dan menyangka penguntitnya adalah orang-orang jahat, sebab itu mereka memancing mobil penguntit agar bisa mengetahui siapa mereka ini.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto