3
Netral English Netral Mandarin
00:08 wib
Kementerian Lingkungan Hidup mengungkap ada peningkatan titik panas yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan di beberapa provinsi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan kegiatan sekolah tatap muka bisa dilakukan pada semester kedua tahun ini, atau tepatnya pada Juli 2021 mendatang.
Protes Yaqut, TZ: Kalau Begitu Siap-Siap Saja ke Depan Menteri Agama Bukan dari Orang Islam

Sabtu, 16-January-2021 17:05

Protes Pernyataan Yaqut, Tengku Zul sebut Kalau Begitu Siap-Siap Saja jika ke Depan Menteri Agama Bukan dari Orang Islam
Foto : Istimewa
Protes Pernyataan Yaqut, Tengku Zul sebut Kalau Begitu Siap-Siap Saja jika ke Depan Menteri Agama Bukan dari Orang Islam
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dalam acara seremoni serah terima jabatan di Kementerian Agama, Rabu (23/12/2020), Menag yang akrab disapa Gus Yaqut menegaskan komitmennya untuk menjadi menteri bagi semua agama. Dia menekankan bahwa tidak boleh ada perbedaan perlakuan dan diskriminasi bagi semua agama di Indonesia.

Rupanya pernyataan Yaqut diartikan lain oleh mantan Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain. Melalui akun Twitternya, Sabtu (16/1/21), Zul menyindir Yaqut dengan mengatakan: "Ada yang betekad mau menjadikan Menteri Kementerian Agama sebagai Menteri semua Agama...?"

"Kalau begitu siap siap saja dan jangan protes jika ke depan Menteri Agama bukan dari orang Islam... Ingat, ya ucapan mu. Jangan plin plan nanti ke depan... Catat Besar Besar...!" tegas Zul.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi kemarin telah resmi melantik Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama menggantikan Fachrul Razi yang menjabat sejak Oktober 2019.

Dalam seremoni serah terima jabatan di Kementerian Agama, Rabu (23/12/2020), Menag yang akrab disapa Gus Yaqut menegaskan komitmennya untuk menjadi menteri bagi semua agama. Dia menekankan bahwa tidak boleh ada perbedaan perlakuan dan diskriminasi bagi semua agama di Indonesia.

“Mari kita buktikan kementerian agama ini bukan hanya kementerian titik [tanda baca], tapi kementerian semua agama...Tidak boleh ada perbedaan, tidak boleh ada diskriminasi bagi semua agama di Indonesia,” tegas Gus Yaqut.Dia mengatakan melalui Kemenag, pihaknya ingin menjadikan agama sebagai inspirasi, bukan aspirasi. Tujuan itu, jelas dia, akan dicapai dengan menumbuhkan sikap saling menghormati antarpemeluk, antarmereka yang berbeda keyakinan.

Gus Yaqut menekankan akan berusaha mengembalikan agama pada fungsinya yang mendamaikan. Agama, jelasnya, diharapkan menjadi jalan untuk melakukan resolusi konflik atas semua persoalan.

“Kita akan menolak gerakan yang ingin menjadikan agama sebagai sumber konflik dan perpecahan. Semua harus berangkat dari Kemenag ini,” tandasnya.

Penegasan komitmen itu tidak berbeda dari apa yang diungkapkan pendahulunya yakni Fachrul Razi ketika memulai aktivitasnya di Kementerian Agama setelah dilantik Jokowi pada 23 Oktober 2019.

Kepada awak media, Fachrul Razi menyatakan komitmennya dalam memimpin Kemenag dan akan mengayomi seluruh umat beragama di Indonesia, bukan hanya dari satu agama saja.  

“Saya garis bawahi ya saya ini bukan Menteri Agama Islam. Saya Menteri Agama Republik Indonesia yang menangani berbagai macam-macam agama ya,” ujar Fachrul Razi seperti dikutip dari laman resmi Kemenag.

Saat diperkenalkan dalam jajaran Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka Jakarta pada 2019, Presiden Jokowi meminta Fachrul Razi untuk mengatasi masalah radikalisme, ekonomi umat, industri halal, hingga urusan haji.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto