Netral English Netral Mandarin
00:39wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Terancam 10 Tahun Penjara, Ini yang Harus Lesty Kejora dan Rizky Billar Lakukan

Kamis, 07-Oktober-2021 14:40

Pasangan Lesty dan Rizky.
Foto : Instagram Lesty.
Pasangan Lesty dan Rizky.
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Kongres Pemuda Indonesia Jawa Timur Edi Prastio menilai Pedangdut Lesty Kejora dan Rizky Billar sudah melakukan kebohongan publik. Dikatakan Edi, Lesty dan Billar (Leslar) melanggar Undang-undang Penyiaran, Nomor 32 Tahun 2002 Pasal 36 karena melakukan pemberitaan bohong atau tontonan bohong, terancam denda puluhan juta dan ancaman kurungan 4 tahun.

Pihak Edi juga menilai, Leslar melanggar Peraturan Hukum Pidana, Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946, pasal 14 dan 15. Berdasarkan Undang-undang itu, barang siapa melakukan pemberitaan atau memberikan informasi bohong, maka ada ancaman kurungan maksimal 10 tahun. 

“Selama ini kami tidak ada komunikasi dengan pihak Leslar. Kami tidak butuh apa-apa, tapi kami meminta Leslar membuat pengakuan di publik dan meminta maaf agar tidak terjadi kegaduhan antara netizen, fans dan haters,” ujar Edi, dikutip dari Langit Entertainment, Kamis (7/10/2021). 

Kegaduhan yang dimaksud berkaitan soal pernikahan Leslar. Seperti diketahui, rangkaian pernikahan Leslar sempat ditayangkan di televisi, setelah itu muncul dugaan Lesty hamil duluan karena perut yang nampak membesar. 

Beberapa waktu kemudian, Leslar lantas umumkan bahwa keduanya sudah menikah siri di awal tahun. Mereka juga umumkan bahwa Lesty sudah berbadan dua alias mengandung anak dari Billar. 

Tidak sampai di situ, baru-baru ini muncul informasi baru yang disampaikan Leslar bahwa keduanya menikah siri pada Bulan April 2021. Pernyataan itu disampaikan, pasalnya hari bahagia itu selama ini ditutup-tutupi keluarga dan Leslar. 

“Apabila Leslar tidak memberikan statment pada masyarkat dan pengakuan pernikahan siri ada kesalahan teknis dan maladministrasi, Ibu Mila Machmudah akan melanjutkan perkara membuat laporan. Dan kami ditunjuk sebagai kuasa hukumnya,” terang Edi. 

Sebelumnya, Edi tegaskan bahwa tindakan yang dia lakukan sebenarnya bukan untuk memenjarakan Leslar. Edi ingin memberikan edukasi pada masyarakat soal syariat agama, khususnya Islam mengenai soal pernikahan siri dan ijab kabul yang seharusnya diselenggarakan satu kali saja. 

Tindakan ini dilakukan pihak Edi, karena sebagai Organisasi Masyarakat dan NGO merasa berhak mengawasi dan memiliki tanggung jawab memberikan edukasi kepada masyarakat. Dia tegaskan tidak ada unsur Pansos alias Panjat Sosial untuk mencari ketenaran dan keuntungan. 

“Kami berharap Lesty dan Billar dengan legowo membuat konpers (konferensi pers), minta maaf ke publik atas kejadian kemarin. Pengakuan nikah siri yang terlambat dan edukasi ke masyarakat sehingga permasalahan tidak blunder dan tidak ada kegaduhan,” terang Edi. 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani