Netral English Netral Mandarin
05:18 wib
Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto menggugat pemerintah Indonesia membayar ganti rugi sebesar Rp56 miliar terkait penggusuran dalam proyek pembangunan Tol Depok-Antasari di Jakarta Selatan. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengonfirmasi bahwa Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo akan dilantik Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) jadi Kapolri pada Rabu (27/1).
Terdampak Pandemi, Maskapai Hong Kong Airlines Rumahkan 250 Kru Penerbangan

Sabtu, 12-December-2020 21:24

Pesawat Maskapai Hong Kong Airlines
Foto : Onemile
Pesawat Maskapai Hong Kong Airlines
13

BEIJING, NETRALNEWS.COM - Maskapai Hong Kong Airlines merumahkan 250 orang kru penerbangan sebagai dampak COVID-19 yang berkepanjangan.

"Hong Kong Airlines terpaksa melakukan penyesuaian operasional secara signifikan pada tahun lalu karena pembatasan perjalanan (saat terjadi aksi sosial). Sekarang penyesuaian berlanjut yang tidak hanya memengaruhi pendapatan kami secara drastis, melainkan juga mengurangi awak operasional dan staf kami sampai waktu yang tidak ditentukan," demikian pernyataan Hong Kong Airlines yang dikutip China News, Sabtu (12/12/2020). 

Terhadap awak kabin yang terkena dampak penyesuaian tersebut, pihak maskapai memberikan tawaran berupa paket kompensasi sesuai dengan peraturan perundang-undang ketenagakerjaan yang berlaku di Hong Kong.



Pandemi COVID-19 telah melanda penerbangan global, tak terkecuali dengan Hong Kong.

Sejak awal tahun ini, maskapai penerbangan yang berbasis di Hong Kong itu telah mengumumkan pengurangan jadwal penerbangan, pemberhentian awak kabin di luar Hong Kong, dan pemotongan gaji bagi para pekerja.

Hong Kong Airlines berdiri pada 2006 sebagai anggota dari Grup HNA yang bergerak di bidang penerbangan, real estate, jasa keuangan, pariwisata, dan logistik.

Maskapai tersebut menerbangi 30 rute regional dan internasional di Asia dan Eropa, baik penumpang dan barang.

Sebelumnya, maskapai Hong Kong lainnya, Cathay Pacific, juga merumahkan 8.500 karyawannya pada 21 Oktober.

Maskapai papan atas di Asia itu juga telah menghentikan operasi Cathay Dragon, anak perusahaannya.

Reporter : Sesmawati
Editor : Sesmawati