Netral English Netral Mandarin
13:16wib
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengkritik peran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai pengawas keuangan negara, namun tidak ada pihak ketiga yang mengawasinya. Para ilmuwan di Afrika Selatan mendeteksi varian Covid-19 baru yang memiliki banyak mutasi. Varian ini disinyalir jadi penyebab tingginya penyebaran kasus di negara tersebut.
Terima Saipul Jamil di Partai Pandai, Farhat Abbas: Bukan Pedofil, Tidak Akibatkan Trauma

Rabu, 27-Oktober-2021 13:40

Saipul Jamil gabung dengan partai bentukan Farhat.
Foto : Instragram Saipul
Saipul Jamil gabung dengan partai bentukan Farhat.
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Pengacara sekaligus Pendiri Partai Pandai Farhat Abbas menerima dengan tangan terbuka, Pedagdut Saipul Jamil untuk bergabung dalam partai politiknya. Saat ini Saipul sedang melalui berbagai proses untuk bisa memenuhi kriteria menjadi pengurus partai tersebut. 

“Bahasa kerennya, disaat dia masih mampu berdiri dan ketika kita berdiri untuk ulurkan tangan kita, angkat tangan yang jatuh,” ujar Farhat, dikutip dari perbincangannya di Youtube Deddy Corbuzier, Rabu (27/10/2021). 

Farhat sebut, awalnya dia mau melakukan somasi pada Deddy. Alasannya karena ada kalimat pelarangan Saipul untuk tampil di TV karena pedofil. Padahal sepengetahuan Farhat, korban berusia 17 tahun 8 bulan, sedangkan pedofil kriteria usianya adalah dibawah 14 tahun. 

“Ini (kasus Saipul) seks di bawah umur, pelecehan seksual. Tidak akibatkan trauma berlebihan,”tegas Farhat. 

Alasan Farhat berkata demikian, karena korban melapor ke pihak berwajib tanpa ada pendampingan dari orang tua. Korban datang melapor secara pribadi, memiliki SIM dan KTP. 

“Nggak ada trauma itu, kalau dengan kekerasan, kerugian. Kalau ini kan lagi tidur, ada yang pegang “burung”. Jadi bukan pedofil,” ujar Farhat. 

Lagi pula Farhat sudah dibina dan menjalani hukuman, lalu bebas. Tidak ada alasan bagi Saipul untuk dicabut hak politiknya. Saat ini Saipul menjadi salah satu yang dipertimbangkan masuk Partai Pandai dan sebagai pengurus. 

“Dia bukan seksual predator, hanya apes aja. Ya apes aja. Dia udah dihukum. Kejahatan tidak ada luka, sodom, hanya sentuhan. Tapi ada keberatan karena di bawah umur. Saya katakan, Tuhan saja maha pengampun,” terang dia. 

 

Sedangkan terkait glorifikasi penjemputan Saipul, menurutnya itu adalah hak orang. Orang disambut, doa, kenduri, adalah suatu hal yang wajar. Maka bukan karena penyambutan yang berlebihan, tapi orang yang melihat penyambutan tersebut yang berlebihan. 

 

Lebih lanjut Farhat menilai KPI salah, karena seharusnya tidak boleh melarang Saipul tampil di TV. Pasalnya, orang yang sudah keluar dari Lapas, statusnya sudah sama. Akan jadi persoalan apabila dilakukan larangan Saipul masuk TV, jadi anggota dewan atau DPR. 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani

Berita Terkait

Berita Rekomendasi