Netral English Netral Mandarin
02:19wib
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memutuskan hanya membuka akses enam pintu masuk kedatangan perjalanan internasional untuk WNI. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengatakan ada kemungkinan turis mancanegara bisa kembali mengunjungi Indonesia pada 2022 mendatang.
Terima Tamu Berseragam Militer, JKW Diolok-olok Petinggi Demokrat, Netizen: Jangan2 Sebenarnya Ngefans

Rabu, 25-Agustus-2021 09:58

Presiden Joko Widodo kenakan baju militer
Foto : Berita Heboh
Presiden Joko Widodo kenakan baju militer
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Presiden Joko Widodo kembali diolok-olok petinggi Partai Demokrat, Rachland Nashidik,  gegara pernah menerima tamu dengan mengenakan seragam militer. 

Namun banyak netizen malah berbalik mengomentari negatif terhadap Rachland Nashidik seperti tercermin di akun FB Mak Lambe Turah, Rabu 265 Agustus 2021. 

MLT: “Udah lama digoreng lagi maksudnya.”

Abdul Kodir: "Rachland ini manusia ga tau malu, kemarin setelah di bully mewek2 akunnya di retas, ehhh sekarang ngebacot lg hal remeh temeh demi Pansos..!! Org goublokk jg tau, kalau org2 berhati busuk yg menyerang pak Jokowi itu hanya demi Pansos saja, karena mereka hanya nebeng “Ketenaran pak Jokowi aja, mereka org2 Nol prestasi Tak berguna bak sampah busuk yg mengail di air keruh demi ambisi laknat keparat yg berkarat di batok kepalanya...!!” 

Komrad Cryztianto: "Si mulut besar ini mikirnya pakai apaan sih.. Sumpah dia ini politikus lho jadi dia harusnya tau jika jabatan politik semacam presiden adalah "panglima tertinggi angkatan bersenjata".. Hadewhhh... Lann rachlann..."

Mahyudin Ismail: “Sudah sekian lama masih juga dibawa2. Jangan2 dia mengikuti menyimak dan mempelajari sejarah pak Jokowi dr lahir sampai kini. Mencari celah demi celah untuk dikritisi. Jangan2 sebenernya ngefans.”

Untuk diketahui, Politisi Partai Demokrat, Rachland Nashidik mengungkit soal Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang pernah menerima tamu di Istana Negara dengan menggunakan seragam militer lengkap.

Rachland menyindir bahwa sikap Presiden Jokowi itu adalah kesalahan besar (blunder) politik yang memalukan.

Adapun pernyataan Rachland ini ia tuangkan dalam tulisannya yang berjudul “Jokowi dan Etika Politik Berbusana” yang diterbitkan di Medium pada Selasa, 24 Agustus 2021.

Awalnya, Rachland menyinggung bahwa sepanjang sejarah, ada dua Presiden dengan latar belakang militer pernah memimpin Indonesia.

Dua pemimpin itu, yakni Presiden Indonesia ke-2, Soeharto dan Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Tapi, lanjut Rachland, tak satupun dari mereka yang pernah dengan seragam militer menerima tamu di Istana.

“Justru Jokowi, seratus persen sipil, yang melakukannya. Soekarno tak pernah, begitu pula Habibie, Gus Dur dan Megawati. Cuma Pak Jokowi,” katanya.

Rachland pun mengaku tak mau terlalu jauh menyimpulkan bahwa Jokowi adalah sosok military wannabe.

“Tetapi tetap saja, kejadian itu adalah blunder politik yang memalukan,” kata Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat itu.

Peristiwa Presiden Jokowi menemui tamu menggunakan seragam militer itu terjadi pada Selasa, 16 Juni 2015 lalu.

Presiden Jokowi saat itu menerima tamu, yakni para tokoh Muhammadiyah, termasuk Din Syamsuddin.

Ketika itu, Rachland yang menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat juga mengkritik keras Jokowi.

Namun, anggota Tim Komunikasi Presiden, Teten Masduki sebenarnya saat itu telah menjelaskan alasan mengapa Jokowi menemui tamu dengan seragam lengkap.

Menurutnya, Presiden Jokowi tak memliki maksud apa-apa di balik peristiwa itu. Ia hanya tak sempat mengganti bajunya karena tamu sudah menunggu lama.

Sebelum meluncur ke Istana, Presiden Jokowi memang menghadiri acara demonstrasi latihan perang TNI AD di Baturaja, Sumatera Selatan.

Ia mengenakan seragam militer tersebut karena harus menyampaikan pidato dari atas kendaraan tempur Anoa.

“Presiden langsung meluncur ke Istana Negara untuk bertemu dengan para tokoh yang sudah menunggu cukup lama tersebut. Itulah mengapa Presiden masih memakai baju militer,” jelas Teten, seperti dilansir detik.com. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati