3
Netral English Netral Mandarin
20:19 wib
Sebanyak tujuh mantan kader Partai Demokrat yang baru saja dipecat bakal menggugat gugatan secara kolektif ke Pengadilan Negeri pekan depan. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan telah memangkas jumlah BUMN dari 142 menjadi tinggal tersisa 41 perusahaan.
Terkait Ahok-Raffi, FAPP: Jangan Politisasi Acara Ricardo Gelael, Harusnya Dijadikan Contoh

Sabtu, 16-January-2021 14:45

Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin.
Foto : Istimewa
Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin.
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pesta ulang tahun pengusaha Ricardo Gelaelyang dihadiri oleh Raffi Ahmad dan sejumlah artis hingga Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), menjadi sorotan banyak pihak termasuk sejumlah politisi.

Pasalnya, dalam sejumlah foto yang viral di media sosial, terlihat Raffi Ahmad dan rekan-rekannya tidak menerapkan protokol kesehatan, seperti tak menjaga jarak hingga tanpa masker. Sementara Ahok juga tak luput dari perbincangan karena mantan Gubernur DKI Jakarta itu tidak memakai masker saat bernyanyi bersama mantan vokalis grup band Dewa 19, Elfonda Mekel (Once).

Gara-gara itu, sejumlah pihak meminta agar Ahok dan Raffi diproses hukum. Salah satu yang berpendapat demikian adalah Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin. Ia meminta polisi menangkap Ahok dan Raffi cs.

"Kami meminta agar polisi segera tangkap Ahok karena telah melanggar prokes secara fatal dengan tidak pakai masker, tidak menjaga jarak dengan berkerumun. Dan itu adalah sebagai provokator pelanggar Covid. Termasuk Raffi Ahmad dkk serta siapapun yang terlibat harus ditindak semuanya," kata Novel kepada netralnews.com, Sabtu (16/1/2021).

Senada dengan Novel, kuasa hukum Habib Rizieq Shihab, Aziz Yanuar meminta pemerintah bersikap adil dengan melakukan proses hukum terhadap Raffi Ahmad cs seperti yang dilakukan pada Habib Rizieq.

"Harusnya hukum berlaku sama baik untuk HRS dan warga negara lain, untuk buktikan Indonesia negara hukum. Bukan negara kesewenang-wenangan," kata Aziz saat dihubungi, Kamis (14/1/2021).

Pendapat serupa juga disampaikan oleh politisi Partai Demokrat Taufiqurrahman. Menurutnya, jika Habib Rizieq Shihab (HRS) ditetapkan sebagai tersangka karena membuat acara kerumunan, maka seharusnya Raffi Ahmad dan Ahok juga dijadikan tersangka lantaran terlibat dalam pesta ulang tahun Ricardo dengan tidak menerapkan protokol kesehatan.

"Acara kerumunan yang dibikin HRS dilakukan saat PSBB Transisi. Party yang melibatkan Raffi dan Ahok dilakukan saat PSBB Diperketat dan belum lama setelah dilakukan vaksinasi. Kalau HRS jadi tersangka mustinya Raffi dan Ahok juga bisa jadi tersangka,  itu logika hukumnya," tulis Taufiqurrahman di akun Twitter-nya, @taufiqrus, Kamis (14/1/2021).

Mengomentari hal, Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus menilai, pendapat kubu HRS dan politisi Demokrat Taufiqurrahman yang menganalogikan acara ulang tahun itu sama dengan peristiwa kerumunan HRS, merupakan penggunaan tafsir analogi yang keliru.

"Dengan menganalogikan acara ulang tahun yang dihadiri Ahok dan Raffi cs sama dengan peristiwa kerumunan HRS, merupakan penggunaan tafsir analogi yang sesat," kata Petrus kepada netralnews.com, Jumat (15/1/2021).

Menurutnya, pandangan Taufiqurrahman yang menggeneralisir peristiwa kehadiran Ahok, Raffi Ahmad cs dalam acara ulang tahun Ricardo Gelael di kediamannya di Mampang di area yang luas dengan daya tampung bisa mencapai 500 orang tapi undangan yang hadir tidak kurang dari 20 orang dibanding acara HRS di Petamburan menghadirkan puluhan ribu orang penuh sesak di gang sempit hingga jalanan umum, sangat tidak kompatibel.

"Dengan demikian kedua peristiwa antara acara HRS di Petamburan dan Ricardo Gelael di daerah Mampang tidak dapat digeneralisir dengan pisau analogi, apalagi menggunakan argumentasi logika hukum, karena logika hukum itu tidak tanpa batas, ada kriteria, ada prasyarat dan ada nilai dalam penerapannya di dalam praktek hukum pidana," ungkapnya.

Karena itu, lanjut Petrus, menafsirkan dengan menggeneralisir peristiwa kehadiran Ahok, Raffi Ahmad cs dalam acara ulang tahun Keluarga Ricardo Gelael dengan jumlah sangat terbatas dan memenuhi protokol kesehatan dengan acara HRS di Petamburan, merupakan cara berpikir politiking.

"Justru acara di kediaman Ricardo Gelael itu harus dicontoh, karena acara kekuarga di kediamannya hanya dihadiri 20-an undangan, itu berarti ada pembatasan yang sangat ketat oleh tuan rumah yaitu Ricardo Gelael, mengingat lokusnya yang bisa menampung 500 orang tapi undangnnya sangat terbatas, hanya kurang dari 20-an undangan," jelas Petrus.

"Jadi jangan politisasi acara Ricardo Gelael dengan berpikir politiking," pungkasKetua Tim Task Force Forum Advokat Pengawal Pancasila ( FAPP) itu.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati