3
Netral English Netral Mandarin
04:21 wib
Partai Demokrat memecat sejumlah kader yang dianggap terlibat dan mendukung gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai atau kudeta. Pertumbuhan jumlah orang kaya raya atau crazy rich di Indonesia diproyeksi bakal melampaui China seiring dengan proses distribusi vaksin Covid-19 dilakukan.
Terkait Banjir, Musni: Saya Teringat FPI yang Berada di Garda Terdepan Menolong Masyarakat

Rabu, 17-Februari-2021 08:55

Banjir masih terjadi di wilayah DKI Jakarta.
Foto : Jakarta Review
Banjir masih terjadi di wilayah DKI Jakarta.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Saat bencana banjir melanda berbagai daerah di Indonesia di tahun 2021 ini, sosiolog Musni Umar teringat akan kebaikan Front Pembela Islam (FPI).

Menurut Musni, sebelum FPI dibubarkan dan dilarang pemerintah, ormas yang didirikan Habib Rizieq Shihab (HRS) itu selalu berada di garda terdepan untuk membantu masyarakat yang mengalami musibah.

"Berbagai daerah di Indonesia dilanda banjir. Saya teringat kebaikan FPI yang selalu berada di garda terdepan untuk menolong masyarakat yang alami musibah," tulis Musni di akun Twitternya, Selasa (16/2/2021).

Seperti diketahui, pemerintah secara resmi menetapkan FPI sebagai organisasi terlarang berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) enam kepala kementerian/lembaga negara pada (30/12/2020) lalu.

Salah satu poin dari SKB itu menyatakan bahwa FPI adalah organisasi yang tidak terdaftar sebagai ormas sebagaimana diatur dalam peraturan perundang- undangan, sehingga secara de jure telah bubar sebagai ormas.

SKB tersebut turut mengatur larangan kegiatan dan penggunaan simbol FPI di seluruh wilayah Indonesia. Aparat penegak hukum akan menindak seluruh kegiatan yang masih menggunakan simbol FPI.

Ada sejumlah alasan yang menjadi pertimbangan pemerintah memutuskan untuk membubarkan dan menghentikan kegiatan FPI, diantaranya persoalan ideologi, keterlibatan anggota FPI dalam aksi terorisme dan berbagai tindak pidana umum lainnya, serta kerap melakukan razia (sweeping).

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani