Netral English Netral Mandarin
00:19 wib
Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta akan menerapkan sistem baru agar tak ada lagi surat hasil tes Covid-19 palsu. Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan bahwa keterisian tempat tidur Intensive Care Unit (ICU) pasien Covid-19 di 101 rumah sakit rujukan telah mencapai 85 persen.
Terkait FPI, Rustam Nilai Pernyataan Rachland Bisa Turunkan Elektabilitas Demokrat

Selasa, 05-January-2021 03:00

Rustam Ibrahim, pengamat politik.
Foto : Twitter Rustam Ibrahim
Rustam Ibrahim, pengamat politik.
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Partai Demokrat Rachland Nashidik mengkritik cara pemerintah membubarkanormas Front Pembela Islam (FPI) pimpinan Habib Rizieq Shihab.

Rachland mengatakan, pihaknya menolak cara-cara yang digunakan pemerintah "menggebuk" FPI karena membahayakan hak-hak konstitusional semua warga negara.

"Saya sadar, FPI tak pernah jadi pemilih Demokrat, tidak di Pilkada 2017 maupun Pileg 2019. Tapi dukungan bukan soalnya," tulis Rachland di akun Twitter-nya, Sabtu (2/1/2021).



"Bagi kami, cara pemerintah menggebuk FPI membahayakan hak-hak konstitusional semua warga negara. Demi demokrasi dan hak asasi manusia, cara itu kami tolak!" tegas @RachlanNashidik.

Pada cuitan lainnya, Rachland berpendapat pembubaran FPI tanpa proses pengadilan menunjukkan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) mengambil alih tugas hakim untuk mengadili dan memutuskan. 

"Cara pemerintah menggebuk FPI membahayakan hak konstitusional semua warga negara. Pemerintahan Jokowi mengambil ke tangannya sendiri kewenangan hakim untuk mengadili dan memutuskan," jelasnya. 

Karena tindakan pemerintah demikian, Rachland menyebut bahwa organisasi apapun bisa bernasib sama seperti FPI jika dianggap tidak sesuai selera penguasa. 

"Setelah FPI, organisasi apapun kini bisa dibubarkan dan dilarang bila tak sesuai selera penguasa," katanya. 

Pernyataan Rachland itu dikomentari oleh Pemerhati politik dan ekonomi Rustam Ibrahim. Ia berpendapat, apa yang disampaikan Racland bisa menurunkan elektabilitas Partai Demokrat.

"Pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan @RachlanNashidik sebagai aktivis yang membela HAM mungkin ok-ok saja. Tapi sebagai politisi bersifat kontra produktif karena dapat menurunkan elektabilitas @PDemokrat," tulis Rustam di akun Twitter-nya, Senin (1/1/2021).

Rustam memprediksi, Partai Demokrat bakal kehilangan dukungan dari kelompok minoritas dan umat moderat akibat dari pernyataan Rachland.

"Pengamatan saya Partai Demokrat makin kehilangan dukungan kaum minoritas & umat moderat @AgusYudhoyono (Ketum Demokrat)," jelas @RustamIbrahim. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan HP