3
Netral English Netral Mandarin
11:43 wib
Jumlah korban meninggal akibat Covid-19 di Italia sudah melampaui 100 ribu orang. Kondisi itu membuat Italia menjadi salah satu negara yang mencatatkan rekor kematian tertinggi. Politisi Partai Demokrat (PD) versi kongres luar biasa (KLB) Max Sopacua membantah informasi yang menyebut pihaknya menjanjikan imbalan Rp100 juta untuk para kader partai yang bersedia menghadiri KLB
Terkait Jam Malam PSBB, Dewi Tanjung: Corona Kayak PSK Donk

Senin, 18-January-2021 15:00

Politisi PDIP Dewi Tanjung
Foto : Istimewa
Politisi PDIP Dewi Tanjung
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi PDIP Dewi Tanjung berharap, pemerintah pusat dan pemerintah daerah memikiran kembali terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat yang memberlakukan jam malam.

Terkait jam malam, Dewi pertanyakan apakah Virus Corona keluar pada malam hari. Sedangkan pada siang hari, menurutnya orang terkesan bebas keluar dan malam harinya dilarang untuk berkumpul.

"Pertanyaan Nyai Virus Corona Keluarnya Malam hari ya ?

Tapi tetap aja banyak yg kena Corona

Corona kayak PSK donk," kata Dewi, dikutip dari cuitannya, Senin (18/1/2021).

Dewi lantas mempertanyakan pada pemerintah, apa beda antara corona siang dan malam hari. 

Menurutnya, percuma ada PSBB Ketat atau PSBB "rem blong" ala Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Pasalnya kebijakan dinilai kurang sosialisasi ke masyarakat bawah.

"Kalo Nyai perhatikan adanya jam Malam virus Corona udah kayak PSK aja keluar tengah malam nyari Mangsa," tegas Dewi.

Lebih lanjut Dewi menyatakan bahwa dirinya bersedia disuntik vaksin. Dia yakin, pemerintah tidak akan memberikan sesuatu yang buruk untuk rakyatnya.

Menurutnya, hanya orang-orang yang sombong dan merasa dirinya paling cerdaslah menolak vaksin. Menurutnya, pihak yang menolak vaksin adalah manusia pengecut yang takut mati.

"Hanya Orang2 berotak Dangkal dan Sombonglah yang Menolak untuk di Vaksin.

Harusnya kita ini sadar bahwa Pemerintah itu sudah berusaha untuk menghentikan Penyebaran Covid-19," ujar dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli