3
Netral English Netral Mandarin
00:18 wib
Kementerian Lingkungan Hidup mengungkap ada peningkatan titik panas yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan di beberapa provinsi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan kegiatan sekolah tatap muka bisa dilakukan pada semester kedua tahun ini, atau tepatnya pada Juli 2021 mendatang.
Terkait Komnas HAM, RG: Institusi yang Membusuk, Sepaket Kudeta Demokrat

Kamis, 11-Februari-2021 11:00

Rocky Gerung, pengamat politik.
Foto : Istimewa
Rocky Gerung, pengamat politik.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengamat Politik Rocky Gerung (RG) mengatakan, saat ini ada semacam penolakan dari masyarakat sipil terhadap eksisteni lembaga-lembaga, terutama Komnas HAM. Ketidakpercayaan itu dalam suatu teori adalah pembusukan politik. 

"Institusi-institusi itu sebetulnya membusuk. Ini bisa merembet ke mana-mana, karena itu kemudian kita bisa lihat satu paket kudeta Partai Demokrat," tegas Rocky, dikutip dari pernyataan di kanal Youtubenya, Kamis (11/2/2021).

Pernyataan ini disampaikan Rocky membayangkan Komnas HAM yang bertindak hati-hati dan terlihat ketakutan karena dua hal. Pertama, individu di Komnas HAM ditekan habis-habisan oleh kekuasaan. Artinya tekanan itu betul-betul melampaui daya tahan subjektif dari masing-masing tokoh Komnas HAM.

Kedua memang Komnas HAM dari awal sebetulnya adalah proksi dari kekuasaan karena diangkat oleh hasil tukar tambah politik. Ada pula prasangka Komnas HAM sebagai layanan palsu terhadap HAM karena orang menganggap dari dulu fit and proper Komnas HAM basisnya adalah tukar-tambah politik.

"Jadi sebetulnya Komnas HAM kita bisa sebut dalam faktor kedua itu. Ekstensi saja dari kekuasaan, kekuasaan ingin memperlihatkan ada perlakuan pada HAM maka lembaga Komnas HAM didirikan," tegas Rocky. 

Menurutnya, dari dua hal itu bisa dilihat bagaimana sebetulnya cara kita membayangkan demokrasi ke depan.

"Dan itu satu paket dengan pembusukan lembaga-lembaga yang seharusnya dipakai untuk mengaktifkan akal sehat demokrasi kesetaraan dan segala macam berbahaya sekali dalam keadaan krisis ekonomi," jelas Rocky.

Menurut Rocky, lembaga-lembaga pemantau HAM seperti Komnas HAM lalu berpikir dan berlaku diplomatis. Rocky umpamakan Komnas HAM bagai sedang satu tangan masuk kantong dan tangan yang lain sedang menyalakan korek api. 

"Kita tidak tahu Komnas HAM ini, ini  racun ditangan kirimu racun ditangan kananmu. Racun atau madu bagi hak asasi manusia?," tanya Rocky.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan HP