3
Netral English Netral Mandarin
13:31 wib
Jajaran pengurus dan kader Partai Demokrat se-Sumatera Utara menolak penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) ilegal yang kabarnya digelar di salah satu hotel di Kabupaten Deli Serdang. Presiden Jokowi meminta Kementerian Perdagangan untuk gencar mengkampanyekan slogan cinta produk-produk Indonesia, sekaligus benci produk luar negeri.
Terkait Kritik, Buzzer dan Radikal, Said Didu: Apakah NKRI Masih Baik-baik Saja?

Minggu, 14-Februari-2021 17:25

Said Didu.
Foto : Demokrasi
Said Didu.
1

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu menyoroti bebeberapa persoalan yang dikeluhkan sejumlah tokoh akhir-akhir ini, seperti masalah buzzer, kritik, hingga tuduhan radikal.

Pertama, ia menyinggung pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) yang mempertanyakan bagaimana caranya mengkritik pemerintah tanpa dipanggil polisi. 

Kemudian, soal aksi buzzer menyerang para tokoh yang mengkritik pemerintah. Said Didu menyebut beberapa nama tokoh yang jadi bulan-bulanan buzzer, seperti Kwik Kian Gie, Susi Pudjiastuti, Rizal Ramli dan Sujiwo Tejo.

Selain itu, Said Didu juga menyoroti pelaporan kode etik aparatur sipil negara (ASN) terhadap mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dengan tuduhan radikalisme.

Atas semua persoalan itu, tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ini lantas mempertanyakan apakah kondisi bangsa ini masih baik-baik saja.

"Jika pak JK @Pak_JK  sudah tidak tahu cara kritik yang aman, Pak @kiangiekwik sudah ketakutan, pak @m_dinsyamsuddin sudah seenaknya dicap radikal," tulis Said Didu di akun Twitternya, Minggu (14/2/2021).

"Pak @RamliRizal pak @sudjiwotedjo, Bu @susipudjiastuti jadi bulan-bulanan buzzeRp dan banyak tokoh di bui karena kritik, apakah NKRI masih baik-baik saja?" cuit @msaid_didu. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani