Netral English Netral Mandarin
09:00wib
Pemerintah akan mengubah tata laksana penggunaan obat untuk para pasien Covid-19 guna mengantisipasi virus corona varian Delta berdasarkan usulan lima organisasi profesi kedokteran. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di sejumlah wilayah kabupaten/kota tertentu mulai 3 hingga 9 Agustus 2021.
Terkait Putusan Arab Saudi Soal Haji 2021, Gus Nadir: Tanya Sama Rocky Gerung, Jangan Tanya Kami

Minggu, 13-Juni-2021 18:45

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Nadirsyah Hosen (Gus Nadir)
Foto : Istimewa
Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Nadirsyah Hosen (Gus Nadir)
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Nadirsyah Hosen (Gus Nadir) menyentil pengamat politik Rocky Gerung terkait polemik penyelenggaraan haji tahun 2021.

Sentilan itu disampaikan Gus Nadir melalui akun Twitternya, @na_dirs, Sabtu (12/6/2021).

Awalnya, Gus Nadir menyinggung soal keputusan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi bahwa skema haji 1442 H/2021 M hanya untuk warga negara Saudi dan warga asing (ekspatriat) yang saat ini tinggal di sana. 

"Haji tahun ini hanya untuk yang bermukim di Saudi saja. Jadi yang dari luar Saudi, gak bisa berangkat haji," cuit @na_dirs.

Gus Nadir lantas menyebut kalau mengenai alasan dibalik keputusan Pemerintah Arab Saudi itu sebaiknya ditanyakan ke Rocky Gerung.

Rocky Gerung memang menjadi sorotan beberapa hari terakhir usai menyampaikan sejumlah analisanya soal keputusan pemerintah membatalkan pemberangkatan calon jemaah haji 2021.

Adapun Rocky berpendapat kalau pembatalan tersebut ada kaitannya dengan isu dana haji, masalah utang Indonesia, hingga persoalan keuangan di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Bahkan Rocky menilai pemerintah Arab Saudi tengah mengevaluasi relasi politik dengan Indonesia karena sejumlah faktor, di antaranya gara-gara perlakuan pemerintah Indonesia terhadap Habib Rizieq Shihab (HRS) dan penggunaan istilah kadrun (kadal gurun) oleh kelompok 'cebong'.

"Jangan tanya kami apa dana haji Saudi belum diaudit atau mereka kok takut sama covid bukan takut sama Allah, atau apa ini tanda kiamat. Tanya sama Rocky Gerung saja (emoji tertawa)," sentil Gus Nadir.

Sebelumnya, Rocky Gerung mengaitkankeputusan pemerintah membatalkan penyelenggaraan ibadah haji 2021 dengan sejumlah isu, seperti isu dana haji telah digunakan pemerintah untuk pembangunan infrastruktur.

Hal tersebut diutarakan Rocky Gerung dalam video berjudul 'Haji Dibatalkan, Kemana Dana Haji Dialihkan' yang tayang di kanal YouTube miliknya, Sabtu (5/6/2021).

"Kita mau tahu mengapa rakyat justru curiga ini bukan soal kuota, tapi soal duit yang gak ada untuk memberangkatkan jemaah," kata Rocky.

"Rakyat bahkan anggap 'dana gue sudah dipakai bikin jalan tol dan sekarang tolnya bangkrut, di jual ke asing, asing nggak mau beli'," ujarnya.

Rocky pun menduga dana haji bisa saja digunakan untuk bayar utang yang bersifat dolar. "Tapi saya tahu bahwa soalnya bukan sekedar soal rupiah, tapi soal dolar juga, karena rupiah bisa sangat mungkin sudah diagunkan untuk utang yang sifatnya dolar," paparnya.

Hal tersebut, menurut Rocky, menunjukkan adanya ketidakjelasan dalam manajemen pengelolaan dana haji. "Terlihat tidak ada kejelasan di dalam manajemen dana haji, bukan hajinya tapi dana hajinya. Nah itu yang jadi sorotan rakyat," ucap dia.

Rocky juga mengaitkan pembatalan pemberangkatan jemaah haji dengan masalah keuangan PT Garuda Indonesi (Persero) Tbk.

"Soal Garuda yang mungkin betul-betul menghitung bahwa 'ya gak bisa lagi kita bawa jemaah dengan konsekuensi perusahaan lagi bangkrut'. Semuanya itu kan di belakang layar sebetulnya dan nggak diucapkan ke publik," imbuhnya.

Selain itu, Rocky juga menyoroti adanya surat dari Kedutaan Besar Arab Saudi  kepada Ketua DPR Puan Maharani yang isinya mengklarifikasi atau membantah pernyataan sejumlah anggota DPR soal kuota haji.

Dalam surat yang dikirim Kamis (3/6/2021), Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Essam bin Abed Al-Thaqafi menjelaskan bahwa otoritas yang berkompeten di Kerajaan Arab Saudi belum mengeluarkan instruksi apa pun terkait pelaksanaan haji 2021, baik untuk jemaah Indonesia maupun jemaah di dunia. 

Rocky menilai, surat tersebut sejatinya menunjukkan bahwasannya Arab Saudi sudah jengah terhadap Indonesia yang kerap menagih kuota haji.

"Jadi logika publik itu bisa berbanding terbalik dengan keresahan DPR. DPR hanya ditegur oleh Dubes dan itu teguran diplomatik yang keras karena dianggap langsung menghajar Ketua DPR tuh. Gak ada lagi lewat Deplu, minta Deplu terangin sebentar atau bikin konferensi pers, tapi ini langsung surat diajukan," ucap dia.

"Kan itu bukan lagi klarifikasi, tapi kejengkelan pemerintah Arab Saudi yang menganggap bahwa 'Indonesia ini kita masih bersiap, kenapa anda tagih cepat- cepat'," tukasnya.

"Jadi kelihatannya ini ada semacam high diplomacy yang mungkin masih disembunyikan oleh dua belah pihak, baik Indonesia apalagi Arab Saudi," beber dosen Ilmu Filsafat itu.

Lebih jauh, Rocky Gerung menilai kalau saat ini Arab Saudi tengah mengevaluasi relasi politik dengan Indonesia. Hal itu, menurutnya terkait dengan eks pentolan FPI Habib Rizieq Shihab (HRS).

Rocky berpendapat, ada semacam rasa bersalah Pemerintah Arab Saudi karena sudah mengizinkan Habib Rizieq pulang ke Indonesia, tetapi kini malah dipenjara.

"Sebetulnya gak enak juga bagi Pemerintah Arab Saudi mengizinkan Habib Rizieq pulang, yang bertahun-tahun di rawat di situ, terus untuk dihukum. Kan itu semacam guilty feeling (perasaan bersalah) juga," tukas Rocky Gerung.

"Pemerintah Arab menganggap 'lah kita justru di sini menginginkan Habib Rizieq supaya jadi warga negara lagi di situ. Bukan malah dinyatakan kriminal'. Itu hal-hal yang mesti kita pahami dalam diplomasi tingkat tinggi," jelasnya.

"Lalu ada isu setiap kali orang ngomong 'kadrun, kadrun, kadal gurun, kadal gurun'. Itu kan pemerintah Arab Saudi juga perhatikan lho. Bahwa terus menerus Indonesia memakai istilah yang tidak enak, menghina itu, kenapa disebut kadal gurun dan itu terfokus pada Arab Saudi,"

"Ini keadaan kita, jadi kita jangan sekedar melihat soal dana haji, tapi di belakang itu ada relasi kebudayaan yang juga sedang buruk, terutama karena provokasi dari para cebong-cebong ini yang selalu mengkadrun-kadrunkan orang, itu hal yang buruk sebetulnya. Jadi saya kira isu utamanya kita mesti lihat ke situ," pungkasnya.

Seperti diberitakan, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah mengumumkan bahwa skema haji 1442 H/2021 M hanya untuk warga negara Saudi dan warga asing (ekspatriat) yang saat ini tinggal di sana. 

Pemerintah Arab Saudi juga membatasi kapasitas jemaah yang bisa melaksanakan Haji 2021, yakni hanya 60.000 orang. Bukan hanya kapasitas, batasan usia pun telah ditentukan.

Keputusan ini diambil Pemerintah Arab Saudi karena pandemi virus Corona yang masih merajalela dan Kerajaan mengutamakan kesehatan dan keselamatan umat manusia.

"Pemerintah Saudi mengumumkan haji hanya dibuka untuk domestik dan ekspatriat saja. Dengan menimbang keselamatan dan keamanan jemaah dari ancaman Covid-19 yang belum reda. Sebagaimana Pemerintah RI, keselamatan dan keamanan jemaah, selalu menjadi pertimbangan utama," kata Menag Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Sabtu (12/6/2021).

"Jumlah kuota ditetapkan 60 ribu, ini jauh lebih banyak dibanding tahun lalu," jelas Gus Yaqut, sapaan akrab Yaqut Cholil.  

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati