Netral English Netral Mandarin
01:31wib
Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) mengaku sudah menyelesaikan 24 masalah yang tertunda ke Badan Anti Doping Dunia (WADA). Pemerintah berencana memberikan vaksin Covid-19 booster pada masyarakat.
Ternyata Ini Alasannya, Anda Diberi Parasetamol Usai Vaksin

Jumat, 03-September-2021 11:30

Usai vaksin Anda diberi parasetamol dan sangat wajar.
Foto : Kemenparekraf
Usai vaksin Anda diberi parasetamol dan sangat wajar.
26

JAKARTA, NETRALNEWS.COM- Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban menjelaskan kekhawatiran terbesar setelah divaksin Covid-19 adalah efek sampingnya.

“Itu lumrah. Tapi berapa lama efek tersebut bertahan dan bagaimana jika pascavaksin Anda menggigil, sakit kepala atau muncul ruam bintik-bintik merah di kulit,” jelas Prof Beri, demikian Zubairi Djoerban biasa dipanggil.

Prof Beri menambahkan, namun harus dipahami dulu efek samping pascavaksin adalah normal. Itu tanda vaksinnya “nendang” dan sistem kekebalan tubuh Anda melakukan tugasnya. Dia itu sedang membangun perlindungan terhadap virus. Namun, amat normal juga untuk tidak mendapatkan efek samping sama sekali atau hanya ringan.

“Seperti saya, ketika divaksin Moderna. Saya demam setengah jam setelah disuntik. Tapi ada juga memang yang demam tiga hari dan lengan bekas suntikannya bengkak. Ada ukurannya, selama Anda masih bisa berkegiatan pascavaksin atau setelah tiga hari demam, ya itu normal atau umum. Termasuk sakit kepala, merasa lelah, panas dingin, menggigil, mual dan bengkak di tempat suntikan. Semuanya itu masih normal,” tutur Prof Beri, dikutip dari akun Twitternya, Jumat (3/9/2021).

Tapi, jika Anda mengalami sakit kepala parah lebih dari tiga hari, sakit perut parah, bintik-bintik merah kecil di bawah kulit, atau sesak napas, Anda harus konsultasi dengan petugas medis. Apalagi jika ada anafilaksis (reaksi alergi) atau sampai pingsan. Segera konsultasi.

Itulah mengapa, kondisi seseorang harus diamati selama seperempat jam pascavaksin. Dus, setelah divaksin, ada baiknya juga Anda minum parasetamol tiap delapan jam selama 24 jam, tandas Prof Beri.

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Sesmawati