Netral English Netral Mandarin
03:43wib
Hampir seluruh negara di dunia meningkatkan pembatasan Covid-19 ketika kasus varian Delta melonjak, yang tidak sedikit orang menentangnya. Presiden Joko Widodo mengajak seluruh elemen bangsa bahu-membahu berupaya melawan pandemi Covid-19.
Ternyata Ini Alasan Orang Sudah Sembuh Covid-19 Tapi Masih Bergejala

Jumat, 09-Juli-2021 10:20

Pasien Covid bisa terpapar kembali.
Foto : Coronavarius.
Pasien Covid bisa terpapar kembali.
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Ternyata ada orang yang sembuh dari Covid-19 tetapi masih bergejala. Ada juga orang yang sudah sembuh Covid-19 tetapi masih merasa kondisi tubuhnya belum fit. 

Ternyata itu adalah keadaan long Covid-19. Itu adalah kumpulan gejala yang dapat menetap hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah terkena Covid-19, ditambah gejala yang baru muncul dalam hitungan minggu setelah terkena Covid-19. 

“Seseorang dianggap Long Covid-19 bila gejala masih ada hingga >4 minggu setelah terkena Covid-19,” ujar dr Adam Prabata PhD Candidate in Medical Science at Kobe University, dikutip dari infografis yang dia bagikan, Jumat (9/7/2021). 

Baca Juga :

Fenomena long Covid-19 dapat terjadi baik pada semua pasien Covid-19, baik yang bergejala ringan hingga berat, bahkan pada yang tidak bergejala saat awal terinfeksi. Keadaan ini bisa terjadi selama ≤9 bulan. Penelitian mengenai long Covid-19 terlama sejauh ini adalah hingga 9 bulan, setelah gejala muncul.

Hingga ±30 persen, pasien yang sudah sembuh dari Covid-19 masih mengalami keluhan terus menerus hingga 9 bulan. 

Dokter Adam sampaikan, fenomena long Covid-19 dapat terjadi baik pada pasien yang dirawat inap, maupun pasien yang isolasi mandiri di rumah. 

Sebesar ±76 persen pasien yang dirawat inap masih mengalami minimal 1 gejala pada ±6 bulan setelah sembuh. Selain itu sebesar ±30 persen masih bergejala hingga 9 bulan (mayoritas pasien tidak di rawat inap).

Baca Juga :

Lantas apa saja keluhan long Covid-19? 

Pada pernapasan mengalami kesulitan bernapas, batuk kering/dahak, sesak setelah olahraga. Pada jantung, sering berdebar dan nyeri dada. Pada pencernaan, diare, mual muntah, nyeri perut

Lain-lain adalah lelah, ruam kulit, gangguan pendengaran dan penglihatan, kehilangan penciuman dan perasa. 

Sampai saat ini belum diketahui pasti apa saja faktor yang menyebabkan seseorang lebih rentan terkena long Covid-19. Tetapi terdapat beberapa faktor yang diduga meningkatkan risiko terjadinya long Covid-19, seperti memiliki 5 gejala atau lebih pada minggu pertama sakit, gejala lebih berat, terdapat sesak napas pada gejala awal, peningkatan usia dan peningkatan indeks massa tubuh. 

“Segera berobat atau kontrol ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penaganan. Jangan malu dan ragu untuk berobat bila mengalami long Covid-19,” pesan dr Adam.

Terinfeksi Covid-19 dan mengalami long Covid-19 bukanlah aib dan harus mendapatkan penanganan yang layak. 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani