Netral English Netral Mandarin
18:04wib
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan dunia berada di jalur bencana lantaran pemanasan global yang terus berlangsung. Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 11 calon hakim agung usulan Komisi Yudisial (KY) di Komisi III DPR akan digelar pada pekan depan.
Ternyata Semprot Disinfektan Langsung ke Orang, Jalanan dan Tempat Umum Berbahaya Bagi Kesehatan

Selasa, 13-Juli-2021 11:40

Penyemprotan disinfektan.
Foto : penajamkab.go.id
Penyemprotan disinfektan.
35

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Menyemprotkan disinfektan ke jalan atau tempat umum ternyata memiliki risiko bahaya bagi kesehatan manusia. Khususnya bagi mereka yang berada di sekitar area dari penyemprotan disinfektan. 

Menyemprotkan disinfektan ke jalan atau tempat umum juga tidak direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO) dan Centers For Disease Control and Prevention (CDC). 

Beberapa risiko bahaya di antaranya adalah iritasi atau kerusakan pada mata, kulit, dan saluran napas. 

Demikian disampaikan dr Adam Prabata PhD Candidate in Medical Science at Kobe University, dikutip dari unggahan infografis yang dia bagikan melalui Instagramnya, Selasa (13/7/2021).

“Hampir tidak ada bukti ilmiah yang mendukung penyemprotan disinfektan di jalan atau tempat umum untuk mencegah penularan Covid-19,” ujar dr Adam. 

Dokter Adam juga menegaskan bahwa disinfektan tidak boleh disemprotkan pada orang. Tindakan tersebut tidak membuat orang yang terkena Covid-19 menjadi tidak bisa menularkan ke orang lain. Selain itu, tindakan tersebut tidak membunuh virus penyebab Covid-19 di dalam tubuh seseorang. 

“Bahaya! Bisa akibatkan iritasi mata dan kulit, penyempitan saluran napas, dan mual muntah,”tegas dr Adam. 

Membersihkan permukaan dengan disinfektan hanya direkomendasikan untuk dilakukan, bila ada orang yang suspek atau terkonfirmasi Covid-19 di situasi indoor dalam 24 jam terakhir. Sedangkan untuk membersihkan permukaan secara rutin, cukup dengan menggunakan sabun atau detergen. “Tidak perlu disinfektan, sebanyak minimal 1 kali/hari,” sambung dia. 

Berdasarkan informasi dari CDC, penularan Covid-19 dari permukaan benda terbukti rendah. Laporan peelitian tentang penularan dari permukaan ternyata dapat disebabkan juga oleh cara penularan lain, yakni droplet dan airborne. 

“Penularan Covid-19 melalui permukaan benda relatif rendah, bila dibandingkan dengan droplet dan airborne,” ujar dr Adam. 

Berdasarkan Studi Mondeli 2021, tidak ditemukan virus hidup pada permukaan benda yang terbukti terkontaminasi virus penyebab Covid-19 melalui pemeriksaan PCR. 

Seperti diketahui, di beberapa daerah sempat dilakukan penyemprotan disinfektan di jalanan. Tindakan ini dilakukan dengan harapan menanggulangi penyebaran Covid-19 oleh Pemerintah Daerah (Pemda). 

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan HP