Netral English Netral Mandarin
11:28wib
Sejumlah Guru Besar meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memeriksa Firli Bahuri Cs. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berkelakar bakal menjadi tim sukses Sandiaga Uno pada pemilihan presiden 2024 mendatang.
Ternyata Ini Penyebab Iritasi pada Area Kewanitaan saat Haid

Kamis, 27-Mei-2021 23:00

Waspadai iritasi saat Anda haid.
Foto : Klikdokter
Waspadai iritasi saat Anda haid.
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengurus Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti mengatakan, munculnya rasa gatal di area kewanitaan saat menstruasi biasanya karena sejumlah hal, misalnya kelembapan dan iritasi.

Saat seorang wanita haid, dia akan mengeluarkan darah selama beberapa hari, biasanya 3-7 hari. Tak hanya darah, ada juga lendir yang keluar secara periodik. Kondisi ini tak menganggu kesehatan bila wanita itu berada dalam kondisi sehat.

Lalu, untuk mengatasi rasa gatal yang muncul, sebagai langkah awal, cobalah untuk mengganti pembalut sesering mungkin atau setidaknya 3-4 jam sekali.

Menurut Dwiana, lebih baik lagi apabila para wanita bisa menggantinya saat pembalut terasa sudah basah meskipun baru 1-2 jam.

"Ada beberapa penyebab rasa gatal tersebut, yang paling sering karena kelembapan saat haid. Coba lebih sering mengganti pembalut, saat siang sedapatnya 3-4 jam sekali atau setiap saat terasa pembalut sudah basah agar tidak lembap dan mengiritasi," kata Dwiana, Kamis, (27/5/2021).

Dwiana menuturkan, sensitivitas dan jumlah darah saat menstruasi setiap perempuan berbeda, sehingga frekuensi penggantian pembalut juga tak sama antara satu dengan yang lainnya.

Selain mengganti pembalut, bersihkan area kewanitaan dengan benar menggunakan air yakni dari depan ke belakang atau dari arah saluran kemih ke area anus atau lubang pelepasan yang merupakan area paling kotor dan mengandung bakteri.

"Kalau kita bersihkan dari belakang ke depan maka kotoran dari anus bisa masuk ke vagina yang saat itu sedang banyak darah, sehingga mudah sekali bakteri berkembang biak dan menyebabkan infeksi pada vagina bahkan saluran kemih dan menyebabkan infeksi saluran kemih," tutur Dwiana, dilansir Antara.

Saat membersihkan organ kewanitaan, seorang wanita bisa juga menggunakan cairan pembersih khusus. Namun ingatlah, produk ini hanya untuk bagian luar vagina saja. Pilih yang mengandung 3,5-4,5.

Sebaliknya, Dwiana tidak menyarankan penggunaan sabun mandi untuk membersihkan vagina karena memiliki pH tinggi yakni di atas 7 sehingga bisa menyebabkan ketidakseimbangan bakteri di vagina dan bahkan bisa memudahkan organ itu terkena infeksi.

Apabila rasa gatal tak juga reda, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. 

Reporter : Antara
Editor : Sulha Handayani