3
Netral English Netral Mandarin
14:52 wib
Timnas Indonesia U-23 akan berhadapan dengan Bali United dalam laga uji coba yang akan berlangsung hari ini. Pemerintah masih menganggap persoalan di tubuh Partai Demokrat yang berujung pada Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang merupakan persoalan internal partai.
Ternyata Ini Penyebab Naiknya Nilai Ekspor Minyak Hewan/Nabati Sumut

Rabu, 03-Februari-2021 04:00

Ilustrasi minyak sawit.
Foto : Buana sawit
Ilustrasi minyak sawit.
0

MEDAN, NETRALNEWS.COM - Nilai ekspor lemak dan minyak hewan/nabati Sumatera Utara (Sumut) pada 2020 naik 9,63 persen dari 2019 atau menjadi 3,117 miliar dolar Amerika Serikat (AS) .

‌"Pada 2019, nilai ekspor lemak dan minyak hewan/nabati yang di dalamnya ada CPO masih 2,843 miliar dolar AS dan di 2020 senilai 3,117 miliar dolar AS," ujar Kepala Badan Pusat Statistik Sumut, Syech Suhaimi di Medan, Selasa (2/2/2021).‌‌Kenaikan nilai ekspor itu dampak kenaikan harga ekspor crude palm oil (CPO)/minyak sawit mentah.

‌Dengan kenaikan nilai ekspor itu, maka di tahun 2020, peran/kontribusi ekspor lemak dan minyak hewan/nabati tersebut ke total ekspor Sumut meningkat menjadi 38,55 persen.‌‌"Nilai ekspor golongan.lemak dan minyak hewan/nabati itu paling besar dalam menyumbang di penerimaan devisa ekspor Sumut pada 2020," katanya.‌‌Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumut, Timbas Prasad Ginting, menyebutkan, harga CPO pada 2020 memang tren mahal.‌‌Bahkan peningkatan harga masih berlangsung hingga awal tahun 2021 didorong pasokan ketat akibat musim trek.

Harga jual CPO di pasar lokal masih di kisaran Rp9.139 setelah sebelumnya sempat menyentuh Rp9.299 per kg.

"Pasokan yang ketat membuat harga CPO di pasar internasional juga tren menguat," katanya.

Reporter : Sesmawati
Editor : Sesmawati