Netral English Netral Mandarin
10:23wib
Pemerintah Indonesia kritik Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang luput menyoroti kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di negara-negara maju. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin pada Sabtu (25/9/2021) dini hari.
Ternyata Ini yang Dicari Filipina dari Indonesia di Masa Pandemi

Selasa, 27-Juli-2021 03:00

Indonesia-Filipina kerja sama di bidang ekonomi digital.
Foto : Economic
Indonesia-Filipina kerja sama di bidang ekonomi digital.
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mendorong penguatan kerja sama Indonesia dan Filipina dalam bidang perdagangan digital. 

Peluang ekonomi digital harus dimanfaatkan untuk menyejahterakan masyarakat melalui perdagangan adil sehingga dapat memberikan manfaat dan keuntungan bagi berbagai pihak, khususnya di masa pandemi Covid-19.

“Ekonomi digital merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari. Untuk itu, setiap negara harus mampu memanfaatkan peluang ini dan memastikan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Mendag Lutfi, dalam siaran persnya, Senin, (26/7/2021).

Mendag Lutfi menyampaikan, pendapatan domestik bruto Indonesia diprediksi akan meningkat tiga kali lipat di akhir 2030, dari USD 1,1 triliun USD menjadi USD 2,8 triliun USD. Selain itu, pandemi Covid-19 membawa keuntungan bagi dunia perdagangan digital.

“Ekonomi digital akan tumbuh secara signifikan, dari sekitar USD 40 miliar USD menjadi USD 323 miliar USD,” imbuhnya.Sementara itu, Menteri Lopez mengungkapkan, Indonesia merupakan salah satu mitra dagang potensial bagi Filipina. Kerja sama kedua negara dalam bidang ekonomi digital harus ditingkatkan, khususnya dalam meningkatkan fasilitasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kerja sama kedua negara, khususnya ekonomi digital harus diperkuat dalam pemulihan ekonomi pascapandemi. Sehingga dapat menciptakan masa depan bersama yang lebih baik bagi masyarakat kedua negara,” kata Menteri Lopez.

Ketua IDN Manila Lusie Susantono menambahkan pandemi telah memberikan pengaruh besar pertumbuhan digital di semua lini kehidupan. Saat ini, menjadi hal yang biasa untuk berbelanja secara daring, bertransaksi secara digital, atau melakukan kegiatan secara virtual.

“Hal ini tercermin dari penyelenggaraan seminar ini yang diharapkan dapat memberikan manfaat untuk persiapan dalam menghadapi perubahan aktivitas perdagangan digital,” kata Lusie.

Seminar ini menghadirkan empat narasumber yaitu Atase Perdagangan Manila Lazuardi Nasution, Ketua dari Asosiasi E-Commerce Indonesia (IdEA) Bima Laga, Managing Director Digital Commerce Association Philippines Jon Santico, dan Ketua Umum Asosiasi Platform Digital Ekspor Hadi Lee. Di acara tersebut, para pembicara membahas mengenai isu platform digital di Filipina, peluang kerja sama, serta kolaborasi pengembangan platform digital Indonesia dan Filipina di masa pandemi.

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Wahyu Praditya P