Netral English Netral Mandarin
10:06wib
Pemerintah Indonesia kritik Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang luput menyoroti kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di negara-negara maju. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin pada Sabtu (25/9/2021) dini hari.
Ternyata Ini yang Dinanti Turki dari Indonesia

Rabu, 04-Agustus-2021 08:18

Buah-buahan tropis berpluang ekspor ke Turki.
Foto : Exportir
Buah-buahan tropis berpluang ekspor ke Turki.
24

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kementerian Perdagangan terus berupaya mendorong peningkatan ekspor nonmigas Indonesia.

Salah satunya melalui penyebaran informasi pasar ekspor (market brief) secara  virtual oleh para perwakilan perdagangan (perwadag) di luar negeri.

Pelaku usaha, khususnya usaha kecil dan menengah (UKM) dapat memanfaatkannya untuk melakukan konsultasi terkait peluang pasar ekspor.

Produk-produk Indonesia yang berpeluang memasuki pasar Turki, antara lain buah tropis seperti nanas, mangga, alpukat, dan pisang; produk bahan makanan seperti lada, kayu manis, cengkeh, jahe, olahan kelapa, dan bubuk kakao.

Pada periode 27 Juli 2021—23 Desember 2021, sebanyak 39 perwadag secara bergilir akan menyampaikan informasi hasil pengamatan pasar di negara akreditasi masing-masing tentang produk Indonesia yang diminati pasar internasional saat ini dan di masa mendatang.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi mengatakan, kegiatan webinar ini dilakukan untuk meningkatkan layanan informasi kepada pelaku usaha, terutama UKM) dalam membuka akses pasar di negara tujuan ekspor spesifik.

Pada kesempatan tersebut, para pelaku usaha, khususnya kalangan eksportir pemula dan calon eksportir, dapat melakukan konsultasi secara langsung dengan para Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC).

“Kemendag mendorong para pelaku UKM agar semakin memahami negara tujuan ekspor dan perkembangan terkini yang ada di sana. Perwakilan perdagangan akan menyampaikan hasil pengamatan dan peluang yang bisa dimasuki produk Indonesia. Dan, pelaku usaha dapat memanfaatkan kesempatan ini,” ungkap Didi, dalam siaran persnya, Selasa, (3/8/2021).

Didi menyampaikan, meskipun pandemi Covid-19 belum berakhir, aktivitas ekonomi Indonesia harus  terus difasilitasi agar segera pulih. Ekspor merupakan salah satu upaya percepatan pemulihan ekonomi, untuk itu webinar ini penting untuk mendukung peningkatan ekspor nonmigas.

“Kami optimis kinerja ekspor Indonesia akan semakin menjanjikan. Hal ini ditunjukan dengan neraca  perdagangan periode Juni 2021 yang surplus USD 1,32 miliar. Kami akan terus memfasilitasi para calon eksportir dan eksportir pemula melalui informasi peluang pasar, peningkatan kapasitas, pengembangan produk, dan dukungan lainnya. Kami juga menggencarkan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung peningkatan ekspor,” pungkas Didi. 

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Sesmawati