Netral English Netral Mandarin
17:16wib
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan dunia berada di jalur bencana lantaran pemanasan global yang terus berlangsung. Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 11 calon hakim agung usulan Komisi Yudisial (KY) di Komisi III DPR akan digelar pada pekan depan.
Ternyata Inilah yang Disukai Warga Rumania dari Indonesia

Kamis, 26-Agustus-2021 05:00

Mutiara salah satu perhiasan untuk ekspor ke Eropa.
Foto : Orori
Mutiara salah satu perhiasan untuk ekspor ke Eropa.
20

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -– Di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, Kementerian Perdagangan tetap mendorong para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) Jawa Timur memasuki pasar internasional. Peran Export Center Surabaya (ECS) terbukti berhasil membawa produk UKM memasuki pasar global.

Menurut data ECS, selama periode Maret—Juli 2021, tercatat lebih dari USD 46 juta potensi dan hasil transaksi ekspor digarap oleh UKM dan eksportir Jawa Timur dengan memanfaatkan fasilitas ECS dengan ragam produk yang bervariasi. Mulai dari aneka makanan olahan, kopi, teh, rempah-rempah, perhiasan, hingga furnitur.

Adapun pasar tujuan ekspornya mencakup Hongkong, Tiongkok, Mesir, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Laos, Amerika Serikat, Prancis, Taiwan, Romania, hingga Yordania.

“ECS hadir agar para pelaku ekspor mampu menemukan pasar yang lebih luas. Pelaku usaha bisa  memperoleh informasi peluang ekspor, mendapatkan pendampingan, dan berkonsultasi dalam memenuhi standar negara tujuan ekspor. Hal ini penting untuk UKM agar mereka dapat memasuki pasar ekspor dengan lebih lancar," terang Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi, dalam siaran persnya, Rabu, (25/8/2021).

Didi menjelaskan, ECS yang dibentuk pada Februari 2021 merupakan program kerja sama Kemendag melalui Direktorat Jenderal PEN dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Jawa Timur dan didukung Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menumbuhkan pelaku ekspor baru serta membantu penetrasi produk ekspor. ”Kota Surabaya dipilih karena Jawa Timur merupakan pusat produksi barang ekspor,” imbuh Didi.

Dengan hadirnya ECS, kebijakan yang diterbitkan Kemendag dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku usaha. Berbagai informasi yang bersumber dari perwakilan perdagangan di luar negeri dapat tersalurkan secara tepat dan cepat sehingga dapat memperluas pangsa ekspor.

Selain itu, melalui Export Center, dapat dijaring informasi data pelaku usaha daerah terkini sebagai materi promosi Kemendag untuk disebarluaskan kepada para pembeli di luar negeri. ECS memberikan layanan konsultasi one stop service terkait peluang ekspor, pemanfaatan Free Trade Agreement, pendampingan standardisasi produk, promosi, prosedur ekspor maupun permasalahan yang dihadapi para pelaku usaha melalui koordinasi dengan para pemangku kepentingan.

Pada periode Maret—Juli 2021, ECS telah memberikan pelayanan konsultasi sebanyak 565 kali yang meliputi berbagai topik. Di masa pembatasan pergerakan saat ini, ECS melakukan berbagai penyesuaian. Jika biasanya kegiatan konsultasi dapat dilaksanakan secara luring dengan mengunjungi kantor ECS, saat ini bisa diakses secara daring menggunakan aplikasi Whatsapp atau Zoom.

Berdasarkan data kegiatan konsultasi yang dirangkum oleh ECS, saat ini, salah satu kendala terkait daya saing yang dihadapi UKM/pelaku usaha ekspor untuk dapat menembus pasar adalah kurang optimalnya pemanfaatan Free Trade Agreement. 

Sehingga, produk UKM/pelaku usaha yang masuk ke pasar ekspor tertentu menjadi kalah bersaing dari sisi harga. Terkait hal tersebut, ECS juga menyediakan informasi terkait hasil Free Trade Agreement agar para pelaku UKM dapat memanfaatkan fasilitas Surat Keterangan Asal (SKA) preferred tariff.

ECS bersama para perwakilan perdagangan di luar negeri juga melaksanakan kegiatan penjajakan kesepakatan dagang (business matching) dengan mempertemukan pembeli dari luar negeri dengan para eksportir. Hingga Juli 2021, tercatat lebih dari 20 pelaku usaha di wilayah Jawa Timur telah berpartisipasi pada kegiatan tersebut.  

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Wahyu Praditya P