Netral English Netral Mandarin
12:25wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Ternyata Pasien Meninggal COVID-19 Terbanyak dari Penyintas Obesitas

Sabtu, 06-Maret-2021 16:20

Ternyata Pasien Meninggal COVID-19 Terbanyak Karena Penyintas Obesitas
Foto : Halo sehat
Ternyata Pasien Meninggal COVID-19 Terbanyak Karena Penyintas Obesitas
27

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tingkat kematian akibat COVID-19 sekitar 10 kali lebih tinggi di negara-negara yang setidaknya terdapat 50 persen orang dewasa mengalami kelebihan berat badan, menurut sebuah studi global.

Studi yang menganalisis data angka kematian COVID-19 dari Johns Hopkins University di Amerika Serikat dan data Observatorium Kesehatan Global Organisasi Kesehatan Dunia tentang obesitas, menemukan 90 persen atau 2,2 juta dari 2,5 juta kematian akibat penyakit pandemi sejauh ini terjadi di negara-negara dengan tingkat obesitas yang tinggi.

"Lihat negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan, yang tingkat kematian COVID-19 sangat rendah serta tingkat obesitas orang dewasa yang sangat rendah," kata Tim Lobstein, penasihat ahli Federasi Obesitas Dunia dan profesor di Australia's Sydney University yang ikut memimpin studi seperti dikutip dari Reuters, Jumat, (4/3/2021).

Menurut Tim, negara-negara ini memprioritaskan kesehatan masyarakat termasuk berat tubuh populasi penduduk.

Sebaliknya, studi menemukan negara seperti Amerika Serikat dan Inggris, dengan tingkat kematian karena COVID-19 dan obesitas pada kategori yang termasuk tertinggi.

Semenyara itu, Inggris tercatat sebagai negara dengan tingkat kematian akibat virus korona tertinggi ketiga di dunia dan tingkat obesitas tertinggi keempat yakni 184 kematian akibat COVID-19 per 100.000 dan 63,7 persen orang dewasa kelebihan berat badan, menurut data WHO.

Profesor kedokteran di Britain's University of Liverpool, John Wilding mengatakan obesitas harus diakui sebagai risiko kesehatan utama COVID-19 dan diperhitungkan dalam rencana vaksinasi.

"Sangat penting bagi kami untuk menyadari bahwa obesitas ... meningkatkan risikonnya (kematian akibat COVID-19). Oleh karena itu, seperti penyakit lain seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular, penderita obesitas harus dipertimbangkan sebagai prioritas awal dalam program vaksinasi di seluruh dunia," demikian  ungkap John, dilansir Antara.

 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani