Netral English Netral Mandarin
09:30wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Terungkap Profil Kakek yang Dimarahi Baim Wong: Bukan Pengemis, Saya Dagang Buku Juzamma

Selasa, 12-Oktober-2021 10:00

Baim marah ketika marah pada seorang kakek yang minta duit.
Foto : Instagram Baim Wong
Baim marah ketika marah pada seorang kakek yang minta duit.
25

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Sedikit demi sedikit, terungkap profil kakek yang dimarahi Artis Baim Wong. Sebelumnya kakek itu diklaim sebagai orang minta-minta alias mengemis, padahal dia rupanya merupakan seorang pedagang buku-buku Juzamma. 

Diketahui pria tua itu bernama Kakek Suhud, yang berusia jelang 70 tahun. Setiap Senin hingga Jumat, dia berkeliling mennawarkan buku. Khusus Jumat, dia menjajakan buku ke Masjid-masjid. 

“Saya mau 70 tahun. Muter-muter dagang buku. Kadang ojek pengkolan,” ujar Kakek Suhud di kawasan Cileungsi. 

Informasi ini dibagikan oleh Musisi dan Socialpreneur Erwin Moron melalui unggahan Instagramnya. Dia bekerja sama dengan Uncle Teebob alias Tubagus Zainal Arifin yang sempat mengunggah dan membahas aksi Baim kepada Kakek Suhud. 

“Saya bukan pengemis, saya dagang buku keliling. Saya sudah capek dagang keliling, sudah tua. Saya mau usaha di rumah saya aja deh,” ujar Kakek Suhud saat video call dengan tim dari Yayasan Gerak Menebar Kebaikan. 

Penghasilan Kakek Suhud sehari-hari adalah Rp 30-50 Ribu per harinya. Dia sendiri tinggal di sebuah rumah kontrakan dengan sang anak di kawasan Jakarta. 

Alamat Kakek Suhud pun sudah diketahui dan akan ada tim yang melakukan penelusuran. Pihak Erwin secara pribadi dan Yayasan Gerak Menebar Kebaikan lantas membuka donasi yang akan disalurkan pada Kakek Suhud. 

“Yuk Kawan kita wujudkan keinginan Kakek Suhud, untuk punya usaha di rumah kecilnya..agar beliau tidak berdagang keliling lagi...,” tulis Erwin. 

Lebih lanjut Erwin jelaskan apabila kita sudah berniat untuk berbagi di hidup kita, maka ada beberapa hal yang harus kita siapkan. Diantaranya adalah keikhlasan, tidak pandang bulu, melepaskan semua titel, tata krama, dan laporan jejak digital. 

Selain itu perlu berterima kasih pada pihak yang ikut mendukung, konsisten, serta menguatkan empati dan nurani. Selain itu jangan berharap balasan, tetap menghargai penerima bantuan, mental saat menjadi inspirator dan viral, serta rendah hati. 

“Pembelajaran buat saya pribadi sebagai orang yg sedang melakukan berbagi di jalanan.....mungkin akan menemukan hal yang sama, dan bagaimana saya akan berbuat bila terjadi...Karena jujur, semua orang sekarang melakukan papaun cara agar bisa MAKAN,” tegas Erwin. 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani