Netral English Netral Mandarin
03:40wib
Aparat dari satuan TNI dan Polri akan menjadi koordinator dalam pelaksanaan tracing (pelacakan) Covid-19 dalam Pemberlakuan Pembatasan Sosial Masyarakat (PPKM) yang kembali diperpanjang. Presiden Joko Widodo memberi kelonggaran selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 diperpanjang mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.
Tes PCR yang Dilakukan Berulang Kali Bisa Membuat Dahi Jadi Seperti Magnet? Kominfo: Hoaks

Senin, 07-Juni-2021 12:42

ias_edu
Foto : Pengambilan sampel swab test COVID-19.
ias_edu
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemen terian Kominfo) meluruskan isu tak bisa dipertanggungjawabkan yang beredar di masyarakat terkait tes PCR.

Melalui laman resminya, Kementeria Kominfo pada 3 Juni 2021 mengumumkan bahwa telah beredar sebuah informasi di sebuah Platform Blog berbahasa Korea yang mengklaim bahwa melakukan tes reaksi berantai polimerase (PCR) berulang kali untuk Covid-19 dapat membuat dahi anda menjadi magnet.

"Postingan tersebut mencakup klip video seorang wanita yang secara terpisah meletakkan koin dan kunci di dahinya. Saat dia menggelengkan kepalanya, benda-benda itu tampak tetap melekat," demikian bunyi pengumuman Kemekominfo yang dikutip, Senin (7/6/2021).

Sementara itu, seperti dilansir AFP, Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) mengatakan klaim dalam unggahan tersebut tidak berdasar. Para ahli juga menekankan bahwa tes PCR tidak menyentuh dahi seseorang.

Pedoman tes PCR di situs web National Health Service Inggris tidak menyebutkan dahi sebagai bagian dari tes PCR.

Selanjutnya, Kementerian Pendidikan Korea Selatan menyebut gesekan statis sebagai salah satu alasan mengapa benda logam dapat menempel pada tubuh manusia.

Gesekan statis adalah gesekan antara dua atau lebih benda padat yang tidak bergerak relatif satu sama lain.

Secara lengkap, kabar bohong atau hoaks terkait tes PCR tersebut dapat diakses di laman https://factcheck.afp.com/coronavirus-tests-do-not-make-your-forehead-magnetic 

Reporter : Irawan HP
Editor : Nazaruli