Netral English Netral Mandarin
13:02wib
Publik dihebohkan dengan ucapan selamat hari raya dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kepada umat Baha'i. Video itu jadi sorotan karena Baha'i bukan salah satu dari enam agama yang diakui negara. Menaker Ida Fauziyah menyatakan karyawan dengan gaji di atas Rp 3,5 juta tetap bisa mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 1 juta.
Tetap Aman dan Jauh dari Kegaduhan, Bijaklah Gunakan Media Sosial, Begini Caranya

Jumat, 18-Juni-2021 15:00

Ilustrasi aplikasi media sosial di smartphone.
Foto : Pixabay
Ilustrasi aplikasi media sosial di smartphone.
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Perkembangan internet yang pesat telah mendorong banyak perubahan di masyarakat. Apalagi di tengah pandemi seperti saat ini, interaksi antar warga melalui media sosial menjadi semakin luas dengan adanya teknologi.

Ruang publik seakan sudah tiada batas. Informasi atau berita apa pun bisa didapat cepat dari internet. Namun di lain sisi, kondisi seperti ini tidak jarang malah menyebabkan kegaduhan, memancing konflik, hingga baku hantam. 

Al Akbar Rahmadillah, Founder Sobat Cyber menceritakan, ada beberapa kasus gara-gara saling ejek di media sosial, dua pemuda bertengkar saling serang dan yang terakhir adalah di pelajar tewas.

"Ini salah satu gambaran bagaimana sosial media menjadi dua mata pisau atau internet itu bisa menjadi baik dan buruk. Di media sosial juga dapat hal baik. Seperti YouTube untuk meningkatkan skill dan edukasi," jelasnya dalam Webinar Gerakan Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Bandung.

Bakan, kata Akbar, media sosial sudah menjadi kebutuhan, rata-rata orang sudah memiliki akun media sosial yang digunakan untuk berbagai tujuan.

Ia pu mengimbau, pastikan tetap menjaga privasi tidak memberikan data lengkap saat menuliskan biodata di media sosial.

"Dalam memposting kegiatan juga hindari tag tempat dengan detail secara real time. Keamanan akun juga hal ini utama pastikan password akun media sosial tidak mudah ditebak," ujar Akbar dalam keterangan tertulis, Jumat (18/6/2021).

Selanjutnya, informasi yang beredar melalui internet sangat cepat dan masif sehingga menuntuk masyarakat harus bijak dengan menyaring dan mengetahui keakuratan faktanya sebelum membagikan informasi tersebut.

Jejak digital

Jejak digital itu bermacam-macam, sebuah like di Facebook saja sudah merupakan jejak digital yang menyatakan anda setuju atau menyukai status tersebut. Menurut Xenia Angelica Wijayanto dari LSPR Communication and Business Institute

Postingan, like, berita yang dibagikan hingga komentar di status orang lain adalah jejak digital.

"Kita harus membuat diri kita dinilai baik hanya dengan melihat media sosial kita. Tidak memberikan informasi lengkap dan ketika ingin membagi informasi harus dipastikan kebenarannya," kata dia.

Dalam melindungi jejak digital, warga net juga harus menjaga keamanan akun. Sering mengganti password hingga selalu mengontrol pengaturan sistem keamanan akun kita.

Sementara itu, Loina Perangin Angin dari Mafindo mengajak, warganet Indonesia membuat konten sesuai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Saling menghormati perbedaan sesuai sila pertama, kesetaraan dengan memperlakukan orang dengan adil manusiawi untuk sila kedua.

"Persatuan Indonesia sila ketiga menyadarkan kita untuk mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan," jelasnya.

Sementara sesuai sila keempat yakni nilai demokratis dengan memberikan kesempatan orang untuk berpendapat dan terakhir, membangun ruang digital yang adil bagi seluruh rakyat Indonesia.

Reporter : Irawan HP
Editor : Nazaruli