Netral English Netral Mandarin
20:59wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Thailand Akan Dibuka November, Wisatawan dari Beberapa Negara Bebas Karantina

Rabu, 13-Oktober-2021 15:45

Ilustrasi negara Thailand.
Foto : Pixabay
Ilustrasi negara Thailand.
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Thailand akan melonggarkan peraturan perjalanan Covid-19 yang ketat untuk beberapa wisatawan pada November 2021 mendatang. 

The Land of Smiles telah mengumumkan bahwa mulai 1 November, pelancong dari 10 negara akan dapat berkunjung tanpa karantina selama mereka telah divaksinasi penuh. 

Rincian tentang rencana pembukaan Thailand memang masih minim, tetapi pihak berwenang mengatakan kebijakan akan berlaku bagi negara-negara yang dianggap "berisiko rendah" mencakup Inggris, AS, Jerman, Cina, dan Singapura. Lima negara lainnya belum disebutkan namanya. 

Tidak ada rincian tentang bagaimana pihak berwenang menentukan negara mana yang "berisiko rendah". Amerika Serikat sendiri secara teratur mencatat jumlah kasus Covid-19 harian tertinggi di dunia selama lebih dari tiga bulan, dan Inggris juga memiliki beberapa jumlah kasus harian tertinggi. 

Wisatawan yang datang dari negara "berisiko rendah" ini memerlukan tes Covid-19 negatif sebelum terbang, dan tes lainnya setelah kedatangan.

Jika hasil tes kedua negatif, maka wisatawan akan bisa bebas bepergian keliling Thailand. Aturan tentang apakah anak-anak perlu divaksinasi belum dirinci.

Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha mengatakan dalam siaran televisi pada hari Senin kemarin bahwa ia telah menginstruksikan Pusat Administrasi Situasi Covid-19 (CCSA) negara itu dan Kementerian Kesehatan Masyarakat untuk mempertimbangkan membuka kembali negara itu untuk wisatawan yang divaksinasi sepenuhnya tanpa karantina pada 1 November. Lebih banyak negara akan ditambahkan ke daftar berisiko rendah pada bulan Desember.

“Kami harus melacak situasi dengan sangat hati-hati. Jutaan orang bergantung pada pendapatan yang dihasilkan oleh sektor perjalanan, rekreasi dan hiburan mungkin dapat menanggung pukulan yang menghancurkan (terdampak pandemi)," kata perdana menteri, dikutip dari laman The National News, Rabu (13/10/2021).

Thailand telah berjuang untuk menahan Pandemi Covid-19 meskipun diberlakukan lockdwon selama lebih dari 18 bulan.

Negara ini telah membuka kembali beberapa pulau untuk turis yang telah divaksinasi. Pengunjung tidak perlu dikarantina selama mereka tidak meninggalkan wilayah tempat mereka tinggal.

Sebelum pandemi, Desember adalah musim ramai bagi industri pariwisata Thailand, dengan banyak turis menuju ke hotspot liburan Asia untuk mencari sinar matahari musim dingin dan perayaan Tahun Baru. 

Pada tahun 2020, kedatangan turis negara itu pada bulan Desember turun 99,8 persen menjadi hanya 6.500 pengunjung, menurut data resmi dari otoritas pariwisata Thailand. 

Thailand telah melaporkan lebih dari 1,7 juta kasus Covid-19 dan hampir 18.000 kematian, menurut data dari Universitas Johns Hopkins.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan HP