Netral English Netral Mandarin
19:47wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Tholabi: Wacana Pemilu 2024 Mundur Tahun 2027 Tabrak Pilar Demokrasi!

Jumat, 20-Agustus-2021 21:20

A. Tholabi Kharlie
Foto : Istimewa
A. Tholabi Kharlie
36

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta A. Tholabi Kharlie menyoroti wacana Pemilu 2024 diundur hingga tahun 2027 yang menimbulkan polemik di tengah publik.  

Menurutnya, wacana tersebut secara esensial menabrak pilar demokrasi yang dituangkan melalui pemilu.

"Esensi pemilu di antaranya untuk sirkulasi kepemimpinan secara teratur dan ajeg (fixed term). Memundurkan Pemilu tahun 2024 menjadi tahun 2027 jelas menabrak prinsip itu," tegas Tholabi di Jakarta, Jumat (20/8/2021).

Tholabi mengatakan, masa jabatan presiden/wakil presiden serta anggota DPR telah teratur dan ajeg yakni selama lima tahun. Karenanya, jika pemilu dimundurkan maka akan mengubah masa jabatan presiden/wakil presiden termasuk anggota DPR.  

"Padahal pemilu itu merupakan mekanisme rakyat untuk mengoreksi pilihannya di pemilu sebelumnya," ujar pengajar Hukum Tata Negara (HTN) ini.

Apalagi, lanjut Tholabi, dalam konstitusi telah jelas disebutkan masa jabatan presiden lima tahun dan dapat dipilih kembali untuk jabatan yang sama untuk satu kali masa jabatan.

"Pasal 7 UUD 1945 sangat jelas menyebutkan tentang masa jabatan Presiden/Wapres lima tahun," ucap dia.

Jika persoalan pandemi dijadikan alasan untuk menunda pelaksanaan pemilu, Tholabi menyarankan penyelenggara pemilu mulai dari sekarang membuat skenario pelaksanaan pemilu di masa pandemi.

"Pemanfaatan platform digital yang akuntabel dapat dijadikan salah satu alternatif dalam tahapan pemilu di masa pandemi," terangnya.

Ketua Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Se-Indonesia ini menambahkan ide penundaan pemilu sama saja mengancam partisipasi Gen-Z yang telah memiliki hak suara di Pemilu 2024.

"Jika skenarionya pemilu mundur, maka sama saja akan menunda partisipasi generasi Z yang lahir tahun 2007 untuk berpartisipasi di Pemilu 2024," Pungkas Tholabi.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P