Netral English Netral Mandarin
23:39wib
BMKG menyatakan gempa yang terus berlangsung di wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga merupakan jenis gempa swarm dan perlu diwaspadai. Sejumlah calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, mengeluhkan soal aplikasi PeduliLindungi serta harga tes PCR yang dinilai mahal.
Tiga Pekerja di Tangerang Tewas Mengenaskan dalam Gorong-Gorong, Diduga Menghirup Uap Gas Alam

Jumat, 08-Oktober-2021 00:05

Kapolsek Cipondoh Kompol Ubaidillah memberikan keterangan terkait tewasnya pekerja di gorong - gorong
Foto : Antara
Kapolsek Cipondoh Kompol Ubaidillah memberikan keterangan terkait tewasnya pekerja di gorong - gorong
8

TANGERANG, NETRALNEWS.COM  - Kapolsek Cipondoh Kompol Ubaidillah mengatakan penyebab tewasnya tiga pekerja dalam gorong-gorong Perumahan di Taman Royal, Tangerang, Banten, diduga menghirup uap gas alam.

"Dugaan penyebab tewasnya pekerja dikarenakan menghirup uap gas alam yang berasal dari dalam gorong - gorong," kata Kapolsek Cipondoh Kompol Ubaidillah di Tangerang, Kamis (7/10/2021).

Ia mengatakan kepolisian telah melakukan koordinasi untuk mencari penyebab tewasnya tiga pekerja dan berdasarkan iInformasi yang ada bahwa gorong-gorong tersebut memang sudah lama tak dibuka didugamenimbulkan uap gas alam.

Baca Juga :

Ketiga korban tewas pun sudah dievakuasi oleh petugas BPBD Kota Tangerang ke RSUD Kabupaten Tangerang. "Sudah dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang," ujarnya.

Sementara itu peristiwa kejadian tewasnya tiga orang terjadi Kamis siang, berawal saat salah satu orang pekerja sedang memperbaiki kabel jaringan internet di dalam gorong-gorong tersebut.

Baca Juga :

Tak lama kemudian, pekerja tersebut berteriak meminta tolong karena masuk ke dalam air dalam gorong-gorong. Satu orang rekan kerja pun ikut membantu bersama seorang pekerja galon yang berada dekat dengan kejadian, tetapi ketiganya kemudian tewas setelah merasakan sesak nafas.

Adapun korban tewas dalam kejadian tersebut adalah Andika (27 tahun), Aditya (20 tahun) dan Fandi (33 tahun) yang merupakan pekerja galon. Sementara kabel jaringan internet yang diperbaiki adalah milik PT Telkom.

Baca Juga :

"Kepolisian masih mendalami peristiwa tewasnya tiga orang pekerja ini dan semuanya kini sudah berada di rumah sakit," ujarnya.

Reporter : Antara
Editor : Nazaruli