Netral English Netral Mandarin
12:22wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Tingkatkan Volume Perdagangan, China Luncurkan Sejumlah Kontrak Berjangka

Sabtu, 04-September-2021 12:18

Gedung-gedung pencakar langit di kawasan SCBD Chaoyang, Beijing, China
Foto : Antara
Gedung-gedung pencakar langit di kawasan SCBD Chaoyang, Beijing, China
22

BEIJING, NETRALNEWS.COM - China akan meluncurkan lebih banyak kontrak berjangka sebagai upaya menarik minat investor asing dalam transaksi perdagangan di bursa berjangka. 

China juga akan membangun pasar berjangka komoditas internasional dalam mata uang renminbi (yuan), demikian pernyataan Dewan Negara di Beijing, Jumat (3/9/2021). 

Langkah itu salah satunya untuk meningkatkan volume perdagangan dan investasi di kawasan perdagangan bebas. 

Menurut Dewan Negara --elemen penting dalam struktur pemerintahan China-- selama ini sejumlah perusahaan dan investor asing mendapatkan akses yang terbatas saat memasuki pasar komoditas China yang sangat luas. 

Oleh sebab itu, China bakal membuka beberapa kontrak berjangka untuk pedagang asing, di antaranya pada komoditas minyak mentah, bijih besi, karet alam TSR-20, bahan bakar minyak rendah sulfur, dan tembaga. 

"China akan mempercepat program untuk investor asing, membangun pasar berjangka komoditas internasional dengan harga standar renminbi, dan mengembangkan harga berjangka yang representatif secara luas agar bisa diikuti oleh pedagang domestik dan asing," kata Dewan Negara seperti dikutip media penyiaran China. 

Dewan Negara juga akan meluncurkan skema percontohan hak kekayaan intelektual di zona perdagangan bebas yang memenuhi syarat berdasarkan portofolio paten industri bernilai tinggi. 

Kebijakan itu memungkinkan perusahaan leasing keuangan yang memenuhi syarat di zona perdagangan bebas untuk berbagi kuota utang luar negeri. 

Beberapa hari lalu Bursa Efek Beijing dibuka. Bursa terakhir ini merupakan pasar modal ketiga yang dimiliki China setelah Shenzhen dan Shanghai.

Reporter : Antara
Editor : Nazaruli