Netral English Netral Mandarin
16:08wib
LSI Denny JA menilai, PDI Perjuangan berpotensi akan mengalami kekalahan jika mengusung Ketua DPR Puan Maharani sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menegaskan fasilitas kesehatan di Indonesia bisa tumbang dalam 2-4 minggu jika pengendalian pandemi tidak diperketat.
Tips Memanfaatkan THR dengan Bijak

Kamis, 06-Mei-2021 05:40

Manfaatkan THR dengan baik.
Foto : Money Talk
Manfaatkan THR dengan baik.
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -  Hari Raya Idul Adha di tahun 2021 ini jatuh pada tanggal 19 Juli 2021. Untuk Anda umat Muslim dan sudah bekerja ingin melaksanakan ibadah kurban, saatnya memanfaatkan tunjangan hari raya (THR) dengan bijak.

Sebab, Anda hanya memiliki waktu kurang lebih dua bulan untuk mengumpulkan uang membeli hewan kurban kambing/domba atau sapi.

Selain menabung jauh-jauh hari, Anda bisa mengumpulkan uang untuk membeli hewan kurban dengan cara menyisihkan THR tahun ini.

Pasalnya, harga kambing rata-rata dimulai dari harga Rp2 jutaan, dan harga sapi di atas Rp10 juta. Jika membeli sapi terasa berat, Anda bisa menabung untuk membeli kambing atau domba yang harganya lebih terjangkau.

Dalam siaran persnya, Kamis, (6/52021), Lifepal merangkum tips mengumpulkan uang untuk membeli hewan kurban dengan memanfaatkan THR secara bijak.

Jalani gaya hidup hemat

Melakukan penghematan, bukan berarti Anda pelit. Hemat berarti Anda bisa fokus untuk mengurangi pengeluaran yang memang sifatnya bukan pengeluaran pokok.

Misalnya, kalau Anda work from office (WFO), bisa membawa bekal dari rumah untuk menghemat pengeluaran.

Jika biasanya makan siang dan minum akan menghabiskan uang sebesar Rp20 ribu, jika membawa bekal dari rumah, Anda tidak akan keluar uang sama sekali. Anda akan lebih hemat sebesar Rp20 ribu x 22 hari, yaitu sebesar Rp440 ribu.

Sementara itu, untuk Anda yang work from home (WFH), pengeluaran untuk makan tentu lebih sedikit. Jika di rumah, kemungkinan untuk memasak jauh lebih besar. Sekalipun bila Anda kurang bisa memasak, tidak sulit untuk mengupayakan lauk pauk atau sayuran yang simpel.

Misalnya, menggoreng telur atau tempe sendiri, lalu merebus sayuran dan menyiramnya dengan bumbu pecel yang tinggal dilarutkan dengan air, tetap lebih hemat daripada membeli di rumah makan atau restoran setiap hari.

Godaan untuk makan bersama teman di mal atau sekadar nongkrong di kafe kopi juga jadi lebih rendah. Didukung dengan masa pembatasan jarak fisik seperti sekarang, maka sekali-sekali Anda boleh menggunakan layanan pesan antar agar menu lebih beragam.

Dengan menjalani gaya hidup hemat, Anda jadi bisa menyimpan uang untuk kebutuhan yang memang primer atau utama. Sehingga, target untuk membeli hewan kurban jadi semakin cerah.

Manfaatkan THR dengan bijak

Selain menyisihkan uang saat gajian, Anda juga bisa memanfaatkan THR yang diberikan perusahaan tempat Anda bekerja untuk membeli hewan kurban.

Anggap saja, THR yang Anda terima adalah Rp10 juta, Anda bisa langsung menyisihkan 25?ri THR untuk membeli hewan Qurban senilai Rp2,5 juta. Dengan cara ini, saat waktu kurban tiba, kita hanya tinggal membayarkan biaya untuk hewan kurban tersebut kepada pihak terkait.

Setelah memenuhi dana kurban dari uang THR, baru Anda bisa fokus memenuhi dana darurat, membayar utang, membayar premi asuransi, hingga berinvestasi.

Selalu ingat bahwasannya, Anda harus menyediakan dana darurat paling tidak 6 kali pengeluaran bulanan bila Anda sudah berumah tangga. 

Buat rencana mengumpulkan uang untuk berkurbanYang namanya menabung tidak akan terwujud jika Anda tidak memiliki rencana yang konkret. Jika ingin membeli kambing seharga Rp2,5 juta untuk hewan kurban, maka Anda bisa membaginya ke dalam waktu dua bulan dari Mei, dan Juni.

Dalam satu bulan, Anda harus mengumpulkan uang sebesar Rp1.250.000 agar pada waktu Idul Adha di bulan Juli Anda bisa membeli kambing untuk hewan kurban.

Anda bisa membuat target bulanan, mingguan, atau harian sesuai dengan kemampuan Anda dalam menabung. 

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Sesmawati