Netral English Netral Mandarin
02:46wib
Relawan Sahabat Ganjar kembali melakukan deklarasi mendukung Ganjar Pranowo untuk maju sebagai calon presiden 2024. Penembakan seorang ustad bernama Armand alias Alex di depan rumahnya Jalan Nean Saba, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Tangerang hingga kini masih menjadi misteri.
Tips Modifikasi Mobil Box untuk Berjualan Anti Ditilang Polisi

Minggu, 01-Agustus-2021 10:18

gaikindo.or.id
Foto : Mobil box yang dimodifikasi untuk berjualan.
gaikindo.or.id
36

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pandemi yang sedang terjadi belakangan ini berdampak pada ekonomi keluarga, terutama karena adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) seiring kondisi usaha yang anjlok.

Di tengah kondisi tersebut, banyak ide yang muncul dari masyarakat harus mencari pendapatan untuk memenuhi kebutuhannya meski tidak bekerja secara formal.

Contohnya, banyak ditemui keberadaan kedai-kedai berjalan yang menjual berbagai makanan, baju, serta perabotan yang semakin sering kita jumpai.

Tidak hanya kerap parkir di perumahan-perumahan padat penduduk, toko berjalan yang kerap dibuat dengan melakukan modifikasi mobil box ini juga sering ditemui di tempat-tempat yang sering menjadi tempat berkumpul anak muda.

Seperti dikutip dari laman daihatsu.co.id, Minggu (1/8/2021), selain menjadi tren, kemunculan mobil-mobil modifikasi ini juga membuka peluang bisnis baru yang patut dipertimbangkan.

Sifatnya yang mudah berpindah-pindah tentu sangat menguntungkan bagi pemiliknya karena akan mempermudah dalam mencari konsumen serta tidak perlu memikirkan tentang biaya sewa tempat yang sangat mahal terutama di kota-kota besar seperti di Jakarta, Surabaya dan sekitarnya.

Selain lebih praktis, tren kedai berjalan semacam ini juga bisa menimbulkan tren-tren terbaru seperti tren makanan atau minuman baru atau tempat wisata kuliner model baru.

Hal ini selain meningkatkan peningkatan asli daerah (PAD) juga bisa membangun hubungan sosial dengan masyarakat lain.

Patut diingat, walaupun mobil box termasuk mobil milik pribadi tapi ternyata memodifikasinya menjadi kedai atau tempat berjualan bisa mengakibatkan pemiliknya ditilang oleh polisi, lho.

Memodifikasi mobil untuk berjualan bisa dianggap sebagai pelanggaran karena sejatinya mobil terutama mobil box bukan digunakan untuk tujuan tersebut.

Meski kecil kemungkinannya tapi hal tersebut bisa saja terjadi jika Anda memodifikasinya tanpa memahami peraturannya lebih dulu.

Nah, berikut beberapa tips agar mobil box modifikasi Anda bisa bebas dari incaran polisi untuk ditilang.

1. Pahami aturan yang berlaku

Pada dasarnya memodifikasi kendaraan di Indonesia diatur dalam beberapa aturan hukum. Secara hukum yang dimaksud memodifikasi kendaraan adalah perubahan tipe dimensi, mesin dan daya angkut kendaraan. Jika dilihat berdasarkan penjelasan diatas, maka modifikasi mobil box untuk jualan jelas merupakan salah satu satunya.

Untuk itu, sangat disarankan mempelajari tentang aturan-aturan lalu lintas secara lebih mendetail karena memodifikasi kendaraan sehingga membuatnya berpotensi untuk mengalami kecelakaan atau dinilai membahayakan orang lain bisa membuat Anda ditilang oleh polisi.

2. Jangan memodifikasi berlebihan

Seringkali mobil box yang digunakan untuk berjualan kerap menimbulkan kerumunan, sehingga bisa mengganggu kelancaran arus lalu lintas serta memiliki muatan yang berlebihan.

Ketahuilah, mengubah bentuk atau warna asli kendaraan juga tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Perlu izin dari kepolisian karena hal tersebut akan menyalahi keterangan yang terdapat di Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang memiliki tanggung jawab hukum. Ini artinya, jika melanggar bisa dikenakan sanksi pidana atau denda dengan nominal tertentu.

3. Perhatikan kelengkapan surat

Selain Surat Izin Mengemudi (SIM) yang harus Sahabat miliki, kelengkapan surat lain seperti STNK dan izin berjualan (jika ada) harus dilengkapi.

Untuk melakukan modifikasi pada mobil box sebaiknya tidak melakukannya sendiri atau menyerahkannya pada orang biasa.

Setiap modifikasi kendaraan yang tidak menyalahi aturan harus memiliki keterangan dari bengkel yang mengantongi SIUP (Surat Izin Usaha Perbengkelan). Oleh karena itu, pastikan bengkel pilihan Anda memiliki izin tersebut sebelum melakukan modifikasi.

Setelah melakukan modifikasi pun kendaraan tersebut harus memiliki kesamaan data dengan STNK. Oleh karena itu, Anda harus mengurus pergantian data antara kendaraan yang telah dimodifikasi ke STNK baru. Walaupun data-data tersebut bisa diganti namun keterangan rangka serta mesin yang digunakan tidak bisa diganti karena dinilai bisa mengubah identitas asli kendaraan.

4. Bayar pajak tepat waktu

Membayar pajak tentu wajib dilakukan setiap pemilik kendaraan. Hal berbeda dari kendaraan modifikasi Anda membayar pajak dalam jumlah berbeda tergantung modifikasi yang dilakukan.

Sebagai contoh, mobil pick up yang dimodifikasi menjadi station wagon diharuskan membayar pajak sekitar 500 ribu hingga 1,4 juta rupiah. Lebih tinggi dari pajak mobil pick up biasa. Sayangnya, belum ada keterangan besaran pajak yang harus dibayar untuk mobil box yang dimodifikasi.

5. Perhatikan tempat berjualan

Jika mobil box modifikasi untuk kepentingan dagang maka sebaiknya pilihlah tempat dengan selektif. Karena masih baru dan jarang ditemui, kendaraan-kendaraan seperti ini kerap kesulitan jika ditanya soal izin berjualan.

Beberapa kota seperti Surabaya dan Jakarta telah memiliki kebijakan serta tempat sendiri bagi kendaraan seperti ini namun tidak di daerah lain.

Jika kurang hati-hati, ada kemungkinan Anda berjualan di lahan pribadi milik orang lain atau tidak diizinkan oleh pemerintah daerah setempat.

Terakhir untuk diperhatikan, perlu diingat jika memodifikasi kendaraan bukanlah hal yang murah dan mudah.

Butuh setidaknya beberapa bulan dan dana jutaan rupiah agar mobil box bisa dimodifikasi sesuai keinginan.

Oleh karena itu, berhati-hatilah agar kendaraan Anda tidak ditilang oleh polisi atau yang lebih buruk diambil oleh pihak kepolisian karena dinilai membahayakan keselamatan umum. 

Reporter : Irawan HP
Editor : Nazaruli