Netral English Netral Mandarin
09:23 wib
Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto menggugat pemerintah Indonesia membayar ganti rugi sebesar Rp56 miliar terkait penggusuran dalam proyek pembangunan Tol Depok-Antasari di Jakarta Selatan. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengonfirmasi bahwa Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo akan dilantik Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) jadi Kapolri pada Rabu (27/1).
Tokoh FPI: Tujuan Perjuangan Kami Mencari Ridho Allah, Organisasi Cuma Kendaraan

Kamis, 31-December-2020 21:30

Novel Bamukmin, tokoh FPI.
Foto : Istimewa
Novel Bamukmin, tokoh FPI.
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Bagi Front Pembela Islam (FPI), organisasi hanyalah sebuah 'kendaraan'. Karena yang menjadi tujuan utama perjuangan mereka selama ini adalah mendapatkan ridho Allah.

Demikian disampaikan tokoh FPI Novel Bamukmin menanggapi keputusan pemerintah membubarkan dan melarang segala aktivitas yang mengatasnamakan FPI.

"Kami dididik tidak fanatik organisasi, karena tujuan kami mencari ridho Allah, karena organisasi hanya kendaraan," kata Novel kepada netralnews.com, Rabu (30/12/2020).



Untuk itu, Novel menyatakan bahwa ada atau tidaknya FPI, mereka akan tetap berjuang membela agama dan negara, terdepan dalam menegakkan kebenaran dan mencegah kemungkaran, dan akan terus hadir membantu masyarakat yang dilanda bencana.

"Ada FPI atau tidak, kami tetap berjuang membela negara dari para pengkhianat bangsa. Dan kami Insya Allah tetap yang terdepan membela agama, menegakan amar ma'ruf nahi munkar, serta selalu ada di setiap bencana dengan aksi kemanusiaan," ungkapnya.

Karenanya, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Persaudaraan Alumni (PA) 212 itu mengaku tak masalah atas keputusan pemerintah membubarkan FPI. Pasalnya, membuat kendaraan baru dalam waktu singkat untuk melanjutkan perjuangan mereka, bukanlah perkara yang sulit.

"Kalau kami dibubarkan, maka kami buat kendaraan baru, sore ini atau besok kami sudah mempunyai kendaraan baru lagi apalah namanya, jika dibubarkan buat lagi yang baru, dan begitu seterusnya baik terdaftar atau tidak buat kami tidak masalah buat kami," jelas Novel.

Diketahui, Pemerintah telah membubarkan dan menetapkan Front Pembela Islam (FPI) sebagai organisasi terlarang pada Rabu (30/12/2020).

Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 6 Pejabat Tertinggi Kementerian/Lembaga Negara yang ditandatangani oleh Mendagri, Menkumham, Menkominfo, Jaksa Agung, Kapolri, dan Kepala BNPT.

Berdasarkan keputusan itu, Pemerintah melarang seluruh aktivitas dan penggunaan lambang atau atribut FPI di wilayah Indonesia. Aparat penegak hukum diminta bertindak jika masih ada kegiatan berbau FPI.

"Pemerintah melarang aktivitas FPI dan akan menghentikan setiap kegiatan yang dilakukan FPI, karena FPI tidak lagi mempunyai legal standing baik sebagai ormas maupun sebagai organisasi biasa," kata Menko Polhukam Mahfud MD dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam pada Rabu (30/12/2020).

Tak lama setelah pemerintah mengumumkan hal itu, para pentolan FPI bersama sejumlah tokoh mendeklarasikan organisasi baru bernama Front Persatuan Islam pada Rabu (30/12/2020).

Dua tokoh FPI yang ikut menjadi deklarator Front Persatuan Islam, yakniKetua Umum FPI Ahmad Sabri Lubis dan Sekretaris Umum FPI Munarman.

Selain Sabri dan Munarman, nama lain yang menjadi deklarator adalah Habib Abu Fihir Alattas, Tb Abdurrahman Anwar, Abdul Qadir Aka, Awit Mashuri, Haris Ubaidillah dan Habib Idrus Al Habsyi.

Kemudian ada Idrus Hasan, Habib Ali Alattas SH, Habib Ali Alattas S.Kom, Tuankota Basalamah, Habib Syafiq Alaydrus, Baharuzaman, Amir Ortega, Syahroji, Waluyo, Joko, dan M Luthfi.

"Kepada seluruh pengurus, anggota dan simpatisan Front Pembela Islam di seluruh Indonesia dan mancanegara, untuk menghindari hal-hal yang tidak penting dan benturan dengan rezim dzalim maka dengan ini kami deklarasikan Front Persatuan Islam," kata Front Persatuan Islam dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/12/2020) malam.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan HP