Netral English Netral Mandarin
01:16wib
Pemerintah Indonesia kritik Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang luput menyoroti kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di negara-negara maju. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin pada Sabtu (25/9/2021) dini hari.
Tokoh Papua: Dunia Sibuk dengan Ancaman Covid-19 tapi Hanya di Indonesia yang Rakyat Dituduh Langgar Prokes Dipenjara 4 Tahun

Minggu, 27-Juni-2021 10:45

Habib Rizieq Shihab bersama para pendukungnya
Foto : DW
Habib Rizieq Shihab bersama para pendukungnya
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tokoh asal Papua, Christ Wamea menyampaikan kekesalannya terkait keputusan PN Jaktim yang telah memvonis Habib Rizeq Shihab (HRS). 

“Seluruh dunia sibuk dgn ancaman Covid-19 tapi hanya di Indonesia yg rakyat dituduh  melanggar prokes dipenjara 4 tahun dgn tuduhan kebohongan kpd publik,” kata Christ Wamea melalui akun Twitternya, 27 Juni 2021. 

“Padahal pejabatnya juga melakukan kebohong publik tapi tdk dihukum,” imbuhnya.

Seperti kita ketahui, sebelumnya Pengadilan Negeri Jakarta Timur memvonis Rizieq Shihab 4 tahun penjara dalam kasus penyiaran berita bohong tes usap PCR di RS Ummi Bogor.

Menanggapi putusan itu Rizieq Shihab mengatakan ada beberapa hal yang tak bisa diterima satu di antaranya soal saksi ahli forensik yang tak pernah hadir.

“Saya menolak putusan majelis hakim dan menyatakan banding,” kata Rizieq dalam tautan ekonomi.bisnis.com, Kamis (24/6/2021).

Adapun Rizieq disebut hakim telah terbukti secara sah menyiarkan berita bohong yang menimbulkan keonaran.

“Menyatakan, terdakwa Muhammad Rizieq bin Hiusein Syihab alias Habib Muhammad Rizieq Shihab terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turut serta melakukan perbuatan dengan menyiarkan pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran masyarakat,” ujarnya.

Dalam pertimbangannya hakim menyebut yang memberatkan adalah terdakwa meresahkan masyarakat. Sementara yang meringankan adalah terdakwa memiliki keluarga dan pengetahuan agamanya masih dibutuhkan masyarakat.

Hukuman yang dijatuhkan kepada Rizieq ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa penuntut umum. Sebelumnya, Jaksa menuntut Rizieq dengan penjara selama enam tahun dalam perkara ini. Rizieq dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pidana sesuai Pasal 14 ayat 1 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Jaksa memaparkan hal yang membuktikan dakwaan penyebaran berita bohong, antara lain video Rizieq Shihab di YouTube yang menyebut dirinya dalam keadaan sehat. Padahal saat video itu diambil, jaksa menyebut Rizieq sudah dalam keadaan sakit dan positif Covid-19.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli