Netral English Netral Mandarin
10:31wib
Sebanyak 75,6 persen warga menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo secara umum dalam survei yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto minta lakukan peningkatan kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19 di rumah sakit sebesar 30-40 persen.
Tokoh Papua Ini Minta Menhan Prabowo Fokus Benahi Alutsista, jangan Urus Ladang Singkong

Selasa, 27-April-2021 15:15

Christ Wamea mengingatkan Menhan Prabowo Subianto untuk berkonsentrasi membenahi alutsista
Foto : Demokrasi
Christ Wamea mengingatkan Menhan Prabowo Subianto untuk berkonsentrasi membenahi alutsista
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pasca tenggelamnya KRI Nanggala 403 banyak kalangan mendesak untuk membenahi alat utama sistem senjata (Alutsista) TNI. Salahsatunya, Pegiat media sosial (medsos) Christ Wamea.

Tokoh Papua ini mengingatkan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto untuk berkonsentrasi membenahi alutsista. Dengan demikian sistem pertahanan Indonesia unggul di Asia. 

"Pak Menhan mulai skrng kosentrasi benahi Alutsista saja jangan lagi sibuk urus ladang singkong biar itu diurus pak Mentan saja. Biar sistem pertahanan Indonesia bisa unggul di Asia," kata Christ Wamea dalam akun Twitternya.

Sebelumnya, Indonesia kehilangan putra terbaiknya dalam tragedi tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402. Kapal selam KRI Nanggala termasuk salah satu alutsista yang disegani di Asia Tenggara karena memiliki kemampuan handal.

Kapal selam KRI Nanggala-402 adalah kapal selam serang bermotor diesel-listrik tipe U-209 buatan Jerman. Kapal selam itu diproduksi tahun 1978 di galangan Howaldtswerke-Deutsche Werft di Kiel, dipesan Indonesia tahun 1979 dan diserahkan kepada Indonesia Oktober 1981 di Jerman.

Perusahaan itu kemudian mengalami kesulitan finansial dan diambil alih oleh raksasa industri Thyssenkrupp, hasil merjer dua perusahaan besar Thyssen dan Krupp.

Kapal selam KRI Nanggala-402 sempat dimodernisasi di Jerman tahun 1989, kemudian diperbarui lagi tahun 2012 di Korea Selatan. TNI Angkatan Laut memiliki satu kapal selam lain dengan model yang sama, yaitu KRI Cakra yang juga dibuat di Jerman pada akhir tahun 1970-an, sedangkan tiga model U-209 yang lebih baru dibuat di Korea Selatan.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani