Netral English Netral Mandarin
03:59wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Tolak Formula E, Massa Kembali Datangi Gedung DPRD DKI Jakarta

Senin, 13-September-2021 14:20

Demo tolak Formula E
Foto : Wahyu Praditya Purnomo
Demo tolak Formula E
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kelompok massa yang menamakan diri ' Jakarta Bergerak' kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD DKI, Senin (13/9/2021). Mereka menolak rencanan penyelenggaraan Formula E.

Sambil membawa spanduk dan poster berisi penolakan Formula E yang digagas Gubernur DKI, Anies Baswedan massa pun terus merangsek ke depan gerbang pintu untuk mencoba masuk DPRD DKI Jakarta. 

Koordinator Jakarta Bergerak, Sisca mengatakan, aksi yang dilakukannya ini sebagai bentuk mewakili aspirasi warga Jakarta yang kecewa dan sedih kepada Gubernur DKI Anies Baswedan. 

"Pandemi masih panjang, perut harus kenyang. Untuk itu kami yang tergabung dalam Jakarta Bergerak menyatakan tolak dan batalkan Formula E," kata Sisca.

Dikatakannya, dana triliunan yang dipakai untuk event tersebut sebagai bentuk pemborosan uang rakyat dan tidak memiliki dampak positif untuk rakyat. 

"Pemprov DKI dan Gubernur Anies Baswedan gagal memprioritaskan program kerjanya yang harusnya untuk kesejahteraan rakyat, terlebih angka kemiskinan melonjak saat pendemi Covid-19 ini," ujarnya. 

Sementara itu, puluhan petugas gabungan dari Polisi, Satpol PP dan keamanan Gedung DPRD DKI Jakarta nampak berjaga di lokasi. Mereka pun meminta massa untuk membubarkan diri dan tidak berkerumun, mengingat penularan Covid-19 dapat terjadi. 

"Sebagaimana kita tahu bahwa saat ini Jakarta masih menerapkan PPKM Level 3, maka kami menghimbau massa untuk tidak berkerumun dan segera membubarkan diri," tegasnya.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sesmawati