Netral English Netral Mandarin
21:53wib
Sekretaris Jenderal Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila (PP) Arif Rahman mengatakan pihaknya tidak pernah didatangi oleh Kapolda atau Kapolres yang baru dilantik di daerah. Baca artikel CNN In Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Ahmad Riza Patria memastikan tidak akan menghadiri kegiatan Reuni 212.
Tolak Nama Mustafa Kemal Attaturk Jadi Nama Jalan di Menteng, Ini Alasan MUI

Senin, 18-Oktober-2021 17:30

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas
Foto : Istimewa
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas
25

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Rencana penggantian nama di salah satu jalan Menteng, Jakarta Pusat dengan nama Mustafa Kemal Attaturk mendapat penolakan keras dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Penolakan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas.

Pasalnya, dilihat dari corak pemikiran Mustafa, MUI menilai ia bukan tokoh yang menggambarkan keberpihakan terhadap agama Islam. Bahkan ia menyebut bahwa Mustafa merupakan sosok yang mengacak-acak ajaran Islam.

"Banyak sekali hal-hal yang dia lakukan bertentangan dengan ketentuan yang ada dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah," kata Anwar dalam keterangan resmi dikutip pada Senin (18/10/2021).

Anwar menuturkan, Mustafa Kemal Attaturk merupakan tokoh sekuler yang tak percaya agamanya dapat membawa Turki menjadi negara maju. Dalam upaya meraih itu, kata Anwar, Mustafa justru menjauhkan rakyat Turki dari ajaran agama Islam.

"Jadi Mustafa Kemal Attaturk ini adalah seorang tokoh yang kalau dilihat dari Fatwa MUI orang yang pemikirannya sesat dan menyesatkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Anwar menyampaikan, jika rencana pemerintah mengabadikan nama Mustafa di salah satu Jalan Ibu Kota sebagai hal yang tidak diharapkan. Alasannya, menurut penilaian Anwar, apa yang dilakukan oleh Mustafa bertentangan dengan esensi Pancasila.

“Sila pertamanya adalah Ketuhanan yang Maha Esa. Lalu pemerintahnya akan menghormati tokoh yang sangat sekuler dan melecehkan agama Islam yang menjadi mayoritas di negeri ini,” tuturnya.

“Hal itu jelas merupakan sebuah tindakan yang tidak baik dan arif, serta jelas-jelas akan menyakiti dan mengundang keresahan di kalangan umat Islam,” sambungnya.

Berbeda dengan MUI, Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria mengatakan pemerintah Indonesia dengan Turki saling bertukar nama tokoh untuk dijadikan nama jalan.

“Memang ada keinginan dari kita dan pemerintah Turki. Agar ada nama dari kita di Turki dan nama tokoh dari Turki (di Indonesia),” ujar dia kepada wartawan.

Dia mengatakan pertukaran nama tersebut diharapkan menjadi bagian dari kerjasama antara Indonesia dengan Turki. Namun, Ariza masih enggan menyebutkan secara pasti jalanan di kawasan Menteng mana yang akan diganti namanya. “Nanti akan disampaikan, ya.” ucap Riza.

Seperti diketahui, rencana pergantian nama itu mulanya disampaikan oleh Duta Besar Indonesia di Ankara, Muhammad Iqbal. Dikabarkan bahwa pihak kedutaan telah memberikan data ihwal panjang jalan dan karakter jalan yang namanya akan diganti ke Pemprov DKI Jakarta.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebut nama presiden pertama Indonesia, Soekarno, akan digunakan sebagai nama jalan di depan kantor Kedutaan Besar RI di Ankara.

“Pemerintah Turki telah menganugerahkan nama jalan di depan kantor KBRI Ankara yang baru dengan nama Jalan Ahmed Soekarno,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers, Selasa malam, (12/10/2021) lalu.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Irawan HP

Berita Terkait

Berita Rekomendasi