Netral English Netral Mandarin
13:17wib
TNI Angkatan Udara melayangkan permintaan maaf atas peristiwa kekerasan yang dilakukan dua oknum prajuritnya terhadap warga sipil di Merauke, Papua, Senin. Pemerintah Amerika Serikat kembali mengimbau kepada para penduduk dan pemukim kembali mengenakan masker guna mencegah infeksi virus corona (Covid-19) varian Delta.
Tolak Sertifikasi Dai, HNW: Menambah Luka Umat Islam yang Telah Kecewa Atas Pembatalan Haji

Rabu, 09-Juni-2021 00:01

Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid (HNW)
Foto : Istimewa
Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid (HNW)
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid (HNW), mengkritisi program sertifikasi dai berjudul Kompetensi Penceramah yang akan diluncurkan oleh Kementerian Agama (Kemenag).

HNW mengatakan, wacana program tersebut telah bergulir sejak tahun 2015 dan terus ditolak oleh berbagai ormas besar di Indonesia seperti MUI, Muhammadiyah, NU dan Ikatan Dai Indonesia (Ikadi).

Karenanya, HNW mempertanyakan kebijakan Menag Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) yang hendak melanjutkan program kontroversial tersebut, sekalipun dengan beberapa perubahan, di tengah kekecewaan warga dan umat terhadap berbagai kebijakan Pemerintah.

Kebijakan Pemerintah yang membuat warga dan umat kecewa, disebut HNW, seperti tes wawasan kebangsaan KPK dan pembatalan pemberangkatan jemaah haji Indonesia oleh Kemenag, belum maksimalnya capaian program prioritas Kemenag seperti jumlah formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk guru agama dan sertifikasi guru dan dosen agama, serta penanggulangan dampak dari Covid-19 di pondok-pondok pesantren dan sekolah-sekolah di bawah kewenangan Kemenag.

“Wacana program sertifikasi dai yang kembali digulirkan Kementerian Agama ini menambah luka umat Islam yang telah dibuat kecewa dengan pembatalan haji sepihak oleh Pemerintah. Menag harusnya memahami kondisi tak kondusif itu, dan menghentikan wacana program kontroversial ini,” kata HNW dalam keterangannya di Jakarta, (7/6/2021).

Anggota Komisi VIII DPR itu melanjutkan, program sertifikasi dai layak ditolak karena diskriminatif dengan hanya ditujukan bagi penceramah agama Islam (dai). Padahal, dalam sambutan saat pengangkatannya sebagai Menteri Agama baru, Gus Yaqut menyatakan bahwa dirinya akan menjadi Menteri bagi semua agama.

HNW mengingatkan agar Menag benar-benar menjalankan ucapannya tersebut seperti dalam kasus ini, dengan tidak mengarahkan program sertifikasi penceramah agama yang kontroversial itu hanya kepada penceramah agama Islam saja dan tidak memberlakukannya pada penceramah-penceramah dari agama selain Islam.

Untuk itu, HNW mendesak agar rencana program tersebut tidak dilanjutkan, tidak kepada penceramah agama Islam maupun agama-agama lainnya.

“Itu juga agar Menteri Agama bisa lebih fokus melaksanakan program-program utama di Kemenag dan mengejar target-target program prioritas yang belum terlaksana, seperti peningkatan jumlah formasi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Kemenag, revitalisasi Kantor Urusan Agama, dan sertifikasi guru dan dosen serta yang lainnya,” terang HNW.

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini berharap Menag Yaqut terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat, khususnya ormas-ormas Islam besar di Indonesia seperti MUI, Muhammadiyah, dan NU.

HNW mengatakan, dalam pernyataan terbarunya Sekjen MUI menolak program sertifikasi dai lantaran maksud dan manfaat program tersebut tidak jelas, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menolak karena penceramah agama pada dasarnya beraktivitas lepas dan tidak dibiayai oleh Negara, dan Wasekjen PBNU meminta Kemenag tidak mengurusi paham keagamaan orang.

Apalagi, tambahnya, beberapa tokoh non muslim sebelumnya juga sudah sempat mengeluarkan penolakan terhadap wacana lama yang dinilai diskriminatif ini.

“Menag Yaqut harusnya mampu mendengar kritik dan saran dari Ulama dan Ormas Islam, jangan seperti pendahulunya yang akhirnya diganti oleh Presiden Jokowi. Wacana sertifikasi dai lebih baik segera disudahi dan fokus program prioritas, agar Umat tak makin kecewa, agar Kemenag bisa hadirkan program-program yang manfaatnya dirasakan betul oleh semua Umat Beragama di Indonesia,” pungkas HNW.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati