Netral English Netral Mandarin
02:13wib
Lebih dari 4.300 orang telah meninggal dunia akibat "jamur hitam" di India yang umumnya menyerang pasien-pasien Covid-19. Gojek, Grab, dan ShopeeFood membantah terlibat dalam seruan aksi demo nasinonal Jokowi End Game yang berlangsung hari ini.
Topi Renda dan Penutup Kepala Sangat Digemari, Ekspor Kerajinan Indonesia ke Jepang Tembus 10,3 Juta Dolar AS,

Rabu, 07-Juli-2021 08:00

Ilustrasi topi renda.
Foto : shoopee.co.id
Ilustrasi topi renda.
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyampaikan ekspor produk kerajinan Indonesia ke Jepang mencapai 10,32 juta dolar AS pada Januari-Mei 2021 yang menjadi angin segar khususnya bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) di tengah pandemi.

"Produk kerajinan tangan Indonesia seperti topi renda dan penutup kepala lainnya sangat digemari publik Jepang," ujar Marolop Nainggolan, Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kemendag di Jakarta, Selasa (6/7/2021).

Ia menjelaskan, beberapa kerajinan juga cukup memberi optimisme, seperti ekspor bingkai kayu sebesar 2,18 juta dolar AS, keranjang rotan sebesar 562 ribu dolar AS, keranjang anyaman berbahan nabati sebesar 435 ribu dolar AS; dan wig sintetis sebesar 423 ribu dolar AS.

Untuk memperkuat kinerja ekspor kerajinan tangan ke Jepang, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kemendag menggandeng Japan External Trade Oranization (JETRO) mengadakan seminar web bertema "Mendorong Ekspor Produk Kerajinan Tangan ke Pasar Jepang”.

Hadir sebagai pembicara yaitu CEO dari PT Kasana International Kreatif, Yoshio Yokobori. Pembicara tersebut juga merupakan importir untuk produk kerajinan tangan Asia ke pasar Jepang.

“Kemendag dan JETRO berharap melalui kegiatan ini para pelaku usaha kerajinan tangan dapat menangkap informasi mengenai tren, referensi konsumen, regulasi, serta standar produk. Para pelaku usaha dapat menggunakan informasi tersebut dalam menyusun strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran untuk memasuki pasar Jepang. Tentunya juga didukung dengan promosi yang baik,” kata Marolop.

Menurut dia, webinar ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UKM kerajinan tangan Indonesia dalam merencanakan strategi pemasaran ke pasar Jepang, khususnya di saat pandemi.

“Pemerintah dan pelaku usaha perlu bekerja sama agar ekspor dapat terus meningkat dan surplus neraca perdagangan dapat terus ditingkatkan,” ujar Marolop, seperti dilansir dari Antara.

Dalam webinar tersebut, terungkap banyak peluang produk ekspor ke Jepang seperti fesyen. Indonesia rutin mengekspor topi renda dan penutup kepala lainnya, wig sintetis , janggut palsu, alis dan bulumata palsu dari rambut manusia.

 

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP