Netral English Netral Mandarin
00:01wib
BMKG menyatakan gempa yang terus berlangsung di wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga merupakan jenis gempa swarm dan perlu diwaspadai. Sejumlah calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, mengeluhkan soal aplikasi PeduliLindungi serta harga tes PCR yang dinilai mahal.
Tragis, Seorang Warga Indragiri Hilir Tewas Diterkam Buaya saat Mencari Cacing Lumpur

Selasa, 05-Oktober-2021 22:45

Ilustrasi Buaya sungai
Foto : Istimewa
Ilustrasi Buaya sungai
11

PEKANBARU, NETRALNEWS.COM - Warga Desa Sungai Nyiur, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, dikagetkan dengan temuan mayat korban yang tewas diterkam buaya, pukul 15.00 WIB Minggu (3/10/2021) dan jenazah korban sempat hilang beberapa jam hingga baru bisa ditemukan pada Senin pagi (4/10/2022).

Korban bernama Didi Apriyanto (23) warga Desa Rantau Panjang Kecamatan Enok, Kabupaten Indragiri Hilir, pada Minggu sore itu korban pergi mencari cacing lumpur untuk umpan pancing.

 

"Awalnya, korban membersihkan badannya di kuala parit dan ketika korban sedang membersihkan badannya, korban diterkam buaya hingga hilang terseret," kata Kepala Polres Indragiri Hilir, AKBP Dian Setiawan, kepada media, Selasa (5/10/2021).

Polisi, tentara, dan pihak perusahaan bersama masyarakat sempat mencari keberadaan korban usai diterkam buaya namun pencarian belum menemukan korban.

 

Keesokan harinya, Senin pukul 06.00 WIB jasad korban ditemukan di Parit 2 Dusun Kampung Baru Desa Sungai Nyiur yang tidak jauh dari lokasi terkaman hewan melata tersebut.

"Tubuh korban ditemukan di tepi sungai dengan kondisi sudah tidak bernyawa lagi. Saat ditemukan, kondisi tubuh korban dalam keadaan utuh dan hanya terdapat beberapa luka bekas gigitan di bagian tubuh korban.," kata Setiawan.

 

Untuk selanjutnya jenazah langsung dibawa menggunakan perahu cepat ke rumah orang tuanya di Kelurahan Rantau Panjang untuk dimakamkan," kata dia.

Ia mengimbau agar warga lebih berhati-hati saat beraktivitas di pinggir sungai guna menghindari kejadian yang sama agar tidak terulang kembali.

Reporter : Antara
Editor : Sesmawati