Netral English Netral Mandarin
20:51 wib
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan vaksinasi COVID-19 kedua kalinya masih dengan vaksin Sinovac yang dilaksanakan di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (27/1/2021). Komjen Listyo Sigit Prabowo resmi dilantik sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) yang baru. Pelantikan ini dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara.
Tuding Polisi Fitnah, Munarman: Laskar FPI Tak Pernah Dibekali Senjata Api

Selasa, 08-December-2020 08:20

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran,
Foto : Bisnis
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran,
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Enam laskar Front Pembela Islam (FPI) yang mengawal Habib Rizieq Shihab (HRS) dikabarkan ditembak mati oleh polisi di Tol Jakarta-Cikampek km 50 pada Senin (7/12/2020) dini hari.

Menurut Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran, penembakan itu dilakukan anggotanya karena diserang oleh pengikut Habib Rizieq. 

"Terjadi penyerangan terhadap anggota Polri yang sedang melaksanakan tugas penyelidikan terkait rencana pemeriksaan MRS (Muhammad Rizieq Shihab) yang dijadwalkan berlangsung hari ini jam 10.00 WIB," kata Fadil dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (07/12/2020). 



Fadil membeberkan, kendaraan aparat dipepet dan diberhentikan oleh dua kendaraan pengikut Habib Rizieq. 
Para pengikut HRS yang berjumlah 10 orang melakukan penyerangan dengan menodongkan senjata api (senpi) dan senjata tajam (sajam). 

"Karena membahayakan keselamatan jiwa petugas pada saat itu, kemudian petugas melakukan tindakan tegas dan terukur yang mengakibatkan enam orang penyerang meninggal dunia dan empat orang lainnya melarikan diri," ujarnya. 

Namun, pernyataan Kapolda Metro Jaya itu dibantah oleh Sekretaris Umum FPI Munarman. Ia mengatakan, laskar FPI tidak pernah dibekali senjata tajam, apalagi senjata api.

"Ini fitnah luar biasa, memutarbalikkan fakta dengan menyebutkan bahwa laskar yang lebih dulu menyerang dan melakukan penembakan," kata Sekretaris Umum FPI Munarman dalam konferensi persnya di Markas FPI, Petamburan, Jakarta Pusat, Senin (7/12/2020).

"Fitnah besar kalau laskar kita disebut membawa senjata api dan tembak menembak. Fitnah itu. Laskar kami tidak pernah dibekali senjata api, kami terbiasa tangan kosong, kami bukan pengecut," tegasnya. 

Bahkan, Munarman menantang pihak kepolisian untuk mengecek senjata api (senpi) yang berhasil disita. Jika ada nomor registernya maka bisa diketahui siapa pemilik senpi itu.

"Kalau betul (punya laskar) coba dicek senjata apinya, nomor register senja apinya, nomor pelurunya, silahkan dicek. Pasti bukan punya kami. Karena kami tidak punya akses terhadap senjata api dan tidak mungkin membeli dari pasar gelap," jelasnya. 

"Bohong itu. Tiap anggota FPI dilarang bawa sajam, senjata api dan bahan peledak," tandas Munarman.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli