Netral English Netral Mandarin
22:26wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Tudingan Gatot Soal PKI Menyusup TNI dengan Alasan Patung Itu Keliru, Gus Nadir: Itu Dulu Intinya

Selasa, 28-September-2021 18:50

Gus Nadir
Foto : Istimewa
Gus Nadir
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -  Cendekiawan Nahdatul Ulama (NU), Nadirsyah Husen alias Gus Nadir melalui akun Twitternya, Khazanah GNH @na_dirs, kembali menegaskan bahwa pernyataan Jenderal Gatot Nurmantyo soal TNI disusupi PKI itu keliru.

Hal ini disampaikan saat Gus Nadir menanggapi pertanyaan Fahri Hamzah. 

“Yg penting sekarang Bang @Fahrihamzah dan kita semua sudah tahu bahwa tudingan Jenderal Gatot soal PKI menyusup TNI dg alasan patung itu ternyata keliru. Itu dulu intinya. Persoalan lain mau dibikin melebar ya silakan saja. Tapi intinya soal PKI itu beliau keliru. OK, Bang?” kata Gus Nadir, Selasa 28 September 2021.

Sementara akun #FahriHamzah2021 @Fahrihamzah sebelumnya bertanya: 

“Jadi kyai percaya itu hak pribadi orang?” tanya Fahri Hamzah usai membaca cuitan Gus Nadir.

Untuk diketahui Gus Nadir sebelumnya menyatakan bahwa PKI bukan menyusup ke TNI namun justru TNI yang kemasukan paham Islam tentang patung itu haram.

“Jadi, begini Pak Gatot. TNI itu bukan kemasukan PKI seperti yg Bapak klaim. Justru TNI (tepatnya ada purnawirawan TNI) yg kemasukan pemahaman Islam yg mengharamkan membuat patung. Kita bisa berdebat soal hukumnya membuat patung. Tapi ini bukan PKI. Jelas kan? @Nurmantyo_Gatot,” kata Gus Nadir. 

Sementara Gatot Nurmantyo yang merupakan mantan Panglima TNI sebelumnya  menyinggung dugaan bangkitnya kembali komunisme di Indonesia.

Bahkan Gatot mengungkap salah satu bukti dengan hilangnya tiga patung atau diorama penumpas PKIdi museum Kostrad, Jakarta.

Gatot Nurmantyo juga meyakini ada indikasi upaya menghilangkan sejarah bagaimana para pemimpin saat itu melawan pemberontakan PKI.

Menurut Gatot Nurmantyo diorama atau patung yang hilang dari Markas Kostrad adalah penggambaran ketika Pangkostrad saat itu Mayjen Soeharto memerintahkan Komandan RPKAD Sarwo Edhie Wibowo untuk menumpas PKI.

Pada patung itu terlihat Mayjen Soeharto berdiri di hadapan Sarwo Edhie lalu di sebelahnya ada Jenderal AH Nasution yang duduk sambil memegang tongkat

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto