Netral English Netral Mandarin
21:29wib
Tersangka kasus dugaan penistaan agama, Yahya Waloni menyampaikan permintaan maaf kepada publik, khususnya kalangan Nasrani. Para peneliti menemukan sebuah parasit malaria yang kebal obat di Uganda.
Tulis Akunnya 'Takutnya Ama Mural', Mustofa: Yang Memperkosa Tentara AS, yang Dituduh Taliban

Jumat, 20-Agustus-2021 12:05

Mustofa Nahrawardaya
Foto : CNN Indonesia
Mustofa Nahrawardaya
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politikus Mustofa Nahrawardaya menulis nama akun Teitternya “TAKUTNYA AMA MURAL.” Baru-baru ini ia menyentil keras tentang pemberitaan yang menyudutkan Taliban. 

Sebelumnya dikabarkan berbagai media internasional, saat gempur dan kuasai Afganistan, Taliban menggedor pintu dan mencari perempuan untuk budak seks. 

Akun Mustofa Nahrawardaya atau akun TAKUTNYA AMA MURAL @TofaTofa_id pun menulis:

“Taliban, difitnah sejak 80-an, enggak mbalas. Gak sempat. Sibuk ngurusi persoalan internal mereka. Mereka berperang mengusir dua negara adidaya. Sukses. Gak pakai topi baja. Gak pakai drone. Gak pakai propaganda film. Lha para #buzzeRp mau melumpuhkan Taliban hanya pakai twitter,” katanya.

Seorang netizen bernama I Gede Aryana @gedearyana mengomentari:

“Taliban lagi sibuk mencari budak sex utk dijadikan pemuas nafsu, ga sempat ngurus tweeter,” kata I Gede Aryana.

Mustofa kemudian  membalas keras:

“Yang memperkosa tentara AS, yg dituduh Taliban. Elu kebanyakan tidur,” kata Mustofa, Jumat 20 Agustus 2021.

Sebelumnya diberitakan, saat serang Afganistan, sebuah laporan Bloomberg mengungkap Taliban menggedor setiap pintu dan rumah di Aghanistan untuk mengumpulkan gadis belia yang akan jadikan budak seks.

Kelompok teror itu menculik dan menikahi wanita secara paksa karena pemimpin lokal diminta 'menyajikan' daftar wanita berusia 12 hingga 45 tahun pada bulan lalu.

Kamis (12/08), wanita Afghanistan tidak boleh meninggalkan rumah tanpa pendamping pria dan wajib mengenakan jilbab. Mereka diizinkan sekolah dengan guru perempuan.

Para ayah di Afghanistan khawatir dengan masa depan putrinya dan memilih kabur untuk menghindari Taliban agar anak-anak mereka selamat dari budak seks.

Farkhunda Zahra Naderi, anggota Dewan Tinggi untuk Rekonsiliasi Nasional Afghanistan mengatakan hak-hak sipi di negara itu akan rusak.

"Ketakutan terbesar saya adalah mereka meminggirkan perempuan yang telah bekerja di posisi kepemimpinan ini, yang telah menjadi suara yang kuat melawan pelaku yang paling kuat tetapi juga bekerja dengan mereka untuk mengubah situasi di lapangan."

Jika mereka melenyapkan para pemimpin ini, katanya, siapa yang akan berbicara untuk perempuan dan mempertahankan pencapaian selama 20 tahun terakhir?

Sejak pasukan AS ditarik dari Afghanistan, negara ini berjuang mempertahankan wilayahnya dari serangan teroris. Laporan minggu ini menyebut Taliban merebut lebih dari setengah wilayah Afghanistan.

Mereka sekarang menargetkan kota besar termasuk ibu kota provinsi Herat di barat dan Lashkar Gah di selatan. Video menunjukkan pasukan Taliban mengendarai truk militer AS.

Sementara itu, laporan menunjukkan regu pembunuh mengeksekusi petugas media dan informasi Dawa Khan Minapal pada hari Jumat di Kabul.

Penduduk setempat mengklaim sejumlah tentara yang ditawan setelah pertempuran disiksa, tangan mereka diikat dan matanya dicungkil.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati